PEMBELAJARAN BAHASA DENGAN BANTUAN KOMPUTER

 A.   Pentingnya Teknologi Informasi dalam Pembelajaran

Pembelajaran kini tidak hanya menggunakan papan tulis saja. Pengajar juga tidak hanya berceramah di depan kelas sambil menulis di papan tulis, sementara peserta didik hanya duduk, mendengar dan mencatatnya. Berbagai media hasil teknologi termasuk di dalamnnya televisi, VCD, DVD, dan komputer menjadi suatu kebutuhan penting dalam pembelajaran karena kemampuannya.

Keterampilan dalam memanfaatkan TIK merupakan kecakapan hidup yang harus dimiliki oleh peserta didik. Kecakapan ini sama pentingnya dengan kemampuan membaca, menulis, berhitung, merumuskan dan memecahkan masalah, mengelola sumber daya, serta bekerja dalam kelompok. Peserta didik yang tidak memiliki kecakapan TIK diperkirakan akan mengalami kesulitan yang lebih besar dalam menghadapi kehidupannya pada masa kini dan masa yang akan datang.

Fokus perhatian pada perkembangan  TIK  yang biasanya hanya pada pembelian perangkat lunak/keras yang cangih sesuai dengan trend dan menghabiskan dana mahal, bergeser menjadi optimalisasi kemampuan sumber daya manusia (brainware) penguna TIk, seperti penguasaan komputer (computer literate) dan memahami informasinya (informasi literate). Peserta didik mampu menggunakan komputer secara optimal, mengetahui  di mana memperolehnya, mengetahui bagaimana cara mengemas atau mengolah informasi, serta memahami cara mengomunikasikanya.

Menghadapi perkembangan TIK yang semakin pesat dan dinamis, peserta didik perlu dipersiapkan agar memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Peserta didik diberi kesempatan untuk belajar mengembangkan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi yang bermanfaat dalam proses belajar dan dalam kehidupan sehari-harinya, serta dapat digunakan pada masa yang akan datang. Oleh karena itu, program pembelajaran di sekolah perlu menerapkan pembelajaran tentang teknologi, yaitu dengan menerapakan pendidikan berbasis luas (broadbased)

Pendidikan berbasis luas (broadbased) memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan dasarnya dalam bidang teknologi. Untuk memenuhi tujuan tersebut, maka perlu diberikan pembelajaran teknologi informasi. Tenologi memerlukan kesempatan kepada peserta didik tentang proses dan pengetahuan yang berhubungan dengan teknologi, yang diperlukan untuk memecahkan masalah dan mengembangkan kemampuan manusia  dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran berbasis TIK akan berjalan efektif jika kita menerapkan pembelajaran berpusat pada kegiatan peserta didik  (Student/learned learning) yaitu dengan:

  1. Mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan nyata (kontekstual), sehingga pendidikan menjadi relevan dan responsif  terhadap tuntutan kehidupan nyata sehari-hari. Implikasinya, kurikulum menjadi lebih menarik dan dapat merangsang minat atau motivasi peserta didik  karena dapat dengan mudah menerapkan pengetahuannnya dalam kehidupan nyata sehari-hari
  2. Menumbuhkan pemikiran reflektif
  3. Membantu perkembangan dan keterlibatan aktif dari peserta didik dalam proses belajar.

Perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak besar  dalam dunia pendidikan. Setidaknya ada lima pergeseran yang dapat diidentifikasi  dalam hubungannya dengan proses pembelajaran. Kelima pergeseran tersebut  adalah pergeseran dari pelatihan ke penampilan, pergeseran dari ruangan kelas ke dunia maya yang dapat berlangsung kapan dan di mana saja, pergeseran dari kertas ke “online’ atau saluran, pergeseran dari fasiltas fisik ke fasiltas kerja, dan pergeseran dari waktu siklus ke waktu nyata.

B. Komputer dan Sistem Komputer

Menurut Hartoyo (2010) komputer adalah seperangkat elektronik yang memiliki kemampuan menerima informasi (data) , mengolah data dengan serangkaian instruksi operasi logis, dan program untuk memproduksi hasil dalam bentuk sinyal maupun informasi (Oxford-cod). Komputer terdiri atas Central Prosessing Unit (CPU), monitor, dan beberapa perangkat yang lain seperti hard disc, dan sebagainya. Komputer dan sistem komputer digunakan untuk menerima menyimpan, dan memproses, menampilkan data dan informasi. Yang dimaksud dengan sistem komputer  meliputi hardware, software komputer, dan teknologi storage (penyimpanan ). Sistem komputer terdiri dari komputer, software, informasi, pemrograman, manusia, dan komunikasi Jamal (2011:109).

1.Komputer

Komputer terdiri dari empat bagian, yakni

  1. Input yaitu segala data, fakta, dan informsi yang masuk ke dalam sistem. Input masuk bisa melalui keyboard, mouse, kartu magnetis, dan sekring sentuh.
  2. Pemroses, yaitu nadi semua aktivitas, pemroses dalam komputer ini disebut Unit Pemrosesan Pusat (CPU). Kecepatan memroses tergantung kepada tinggi rendahnya MHz, MIPS, MFLOPS dan memori RAM (MB, GB)
  3. Output, yaitu segala apa yang keluar dari hasil pemrosesan sistem komputer, bisa    berupa salinan  lembut (softcopy) dan salinan keras (hardcopy)
  4. Setoran sekunder, yaitu tempat peyimpanan, dapat berupa magnetis dan cahaya.

2. Software

Software terdiri dari software system (sistem pengoprasian, windows, linux) dan software aplikasi (pemroses kata, hamparan elektronik, dan pengelolaan).

3. Informasi

Bentuk informsi yang sering digunakan dalam istilah teknologi informasi  dapat diklasifikasikan dalam bentuk data, teks, suara, bunyi, gambar dan video ataupun dalam bentuk digital dan bukan digital. Adapun sebuah informasi dapat dikatakan berguna apabila tersedia saat diperlukan, sesuai dengan keadaan, dan konsisten.

4. Pemograman

Pemrograman merupakan tata cara operasi, tata cara salinan dan pemulihan, tata cara keamanan dan data, dan tata cara pembangunan sistem.

5. Manusia

Unsur manusia yang paling paling penting terbagi atas katagori yaitu pengguna (novis, sederhana, pakar) dan profesional (pekerja sistem informasi).

6. Komunikasi

Komunikasi di sini adalah proses penghantaran dan penerimaan data  dan informasi (hardware, pemograman, dan informasi). Komunikasi merupakan perantaraan untuk menghantar dan mencapai informsi. Persoalan yang timbul  ialah berapa cepat dan banyak informasi yang bisa dihantarkan alat penghantaran. Perkembangan terkini menyebutkan bahwa penghantaran tergantung pada bahan perantaraan atau jenis isyarat. Terdapat empat teknik penghantaran, yaitu bahan perantaraan/jenis isyarat, kuprum (isyarat elektronik analogi/digital), gentian optic (isyarat cahaya) dan udara (isyarat mikrogelombang)


C.  
Pembelajaran Bahasa dengan Bantuan Komputer

Salah satu perubahan besar yang terjadi dalam beberapa dasa warsa terakhir ini, adalah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yang didukung oleh penggunaan komputer. Dengan kemajuan TIK, maka terjadilah era globalisasi yang merambah aspek sosial budaya, politik, ekonomi, termasuk pendidikan. Masuknya TIK telah mengubah pola-pola komunikasi dan distribusi informasi tanpa batas wilayah, negara atau waktu.

Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran, TIK khususnya internet dapat dimanfaatkan oleh guru maupun siswa, antara lain: dalam pencarian informasi atau bahan pelajaran, mendekatkan jarak ruang dan waktu dalam interaksi guru murid, efisiensi pembelajaran serta penyimpanan berbagai data dan informasi yang diperlukan. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran tentu tergantung pada kemampuan dan kreativitas guru dalam mengoperasikan.

Teknologi pendidikan bisa dipandang sebagai suatu produk dan proses.   Sebagai suatu produk, teknologi pendidikan mudah dipahami karena sifatnya lebih konkret seperti radio, televisi, proyektor, OHP, dan sebagainya. Sebagai sebuah proses, teknologi pendidikan bersifat abstrak. Dalam hal ini teknologi pendidikan bisa dipahami sebagai suatu proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan untuk mengatasi permasalahan, melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah tersebut yang menyangkut semua aspek belajar manusia (AECT, 1977). Sejalan dengan hal tersebut, maka lahirlah teknologi pendidikan dari adanya permasalahan dalam pendidikan.

Permasalahan pendidikan yang mencuat saat ini, meliputi pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, peningkatan mutu atau kualitas, relevansi, dan efisiensi pendidikan. Permasalahan serius yang masih dirasakan oleh pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi adalah masalah kualitas, Tentu saja ini dapat dipecahkan melalui pendekatan teknologi pendidikan.

Seperti kita ketahui era informasi  ditandai dengan tersedianya informasi yang semakin banyak dan bervariasi. Informasi tersebut tersebar meluas dan seketika. Tersedianya informasi kita dapatkan dalam berbagai bentuk dan dalam waktu yang cepat. Karena itu,  upaya pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, dan penyajian informasi senantiasa menggunakan media. Salah satu media yang digunakan adalah komputer. Menurut Olson (1974: 12) yang dikutip Yusufhadi mendefinisikan bahwa media adalah teknologi untuk menyajikan, merekam, membagi, dan mendistribusikan simbol dengan melalui rangsangan indra tertentu, disertai penstrukturan informasi.

Tak dapat dipungkiri perkembangan pendidikan sangat dipengaruhi oleh media informasi.  Media informasi sangat membantu dalam pembelajaran di kelas. Menurut Hartoyo (2010:59) Computer –assited language Learning (CALL) pembelajaran yang melibatkan penggunaan komputer) merujuk pada pembelajaran yang melibatkan penggunaa komputer, biasanya dengan piranti sistem komputer interaktif (system hypertext/multimedia). Salah satu dalam pembelajaran bahasa.  Pemanfaatan komputer dalam pembelajaran bahasa  terutama diarahkan untuk membuat materi program tutorial pembelajaran bahasa (Hartoyo;2006).

Pada kajian berikut penulis ingin menyoroti pemanfaatan komputer dalam membantu pembelajaran bahasa lihat dari  dua sudut pandang yaitu :(1) kelebihan dan kelemahan  dan (2) keuntungan dan kerugian

D. Kelebihan dan Kelemahan Pemanfaatan TIK   Pada Pembelajaran Bahasa

1.    Kelebihan

a.    Fleksibilitas

Menurut Ahmad et.al (1985:4) yang dikutip Hartoyo berpendapat bahwa sering terjadi  siswa tidak dapat menghadiri kelas karena sakit, tumbukan jadwal, dan masalah lain. Hal ini sama sekali bukan masalah bagi komputer. Asalkan seperangkat komputer telah tersedia.  siswa dapat datang kapan pun dan menghabiskan waktu selama ia perlukan untuk memperoleh manfaat materi secara penuh. Komputer juga dapat mengakomodasi kecepatan belajar yang berbeda, atau kemungkinan lainnya dapat memberikan batasan terhadap waktu yang tersedia untuk menjawab pertanyaan, Hal ini sangat berharga ketika digunakan untuk tujuan pengetesan. Hilts dan Turoff (19850 dan Hiltz (1994)  mengatakan bahwa fleksiblitas komputer mendukung pembelajaran kolaboratif antara siswa yang dapat berpartisipasi kapan pun dan di mana pun sesuai dengan kamauan mereka.

b.    Interaktif  

Pembelajaran bahasa dengan media komputer yang dirancang dengan baik memungkinkan interaksi yang intensif antara siswa dan komputer (cobun et.al.,1985; Hope et.al., 1984, Ahmad et.al 1985). Jika komputer dikombinasikan dengan media lain (Multimedia ) seperti audio dan video  komputer bahkan dapat menjadi lebih interakatif.  Komputer memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungannya. Mereka tidak hanya diajak “membaca tentang”  atau “berbicara tentang” gejala-gejla fisik atau sosial, tetapi diajak berkontak secara langsung dengannya (Yusufhadi, 2004:459), Komputer dapat membangkitkan interaksi siswa dan menstimulasi percakapan antarpasangan atau kelompok siswa guna meningkatkan prestasi belajar (Ahmad et.al. 1985). Menurut Hartoyo (2010; 61) beberapa pendidik menganggap bahwa komputer menciptakan “konteks kelas baru yang mengundang interaksi yang berhubungan dengan tugas di antara anak didik.selain itu, komputer dapat membangkitkan komunikasi alami.

c.    Memotivasi siswa

Komputer memilki kemampuan yang lebih dari media lain, yaitu dapat menyemangati siswa dalam belajar bahasa. Sussex, Cumming & Cropp (1994) berpendapat bahwa multimedia  berbasis komputer sebagai alat bahasa, mampu memotivasi siswa, fleksibel dan provokatif karena komputer memilki kemampaun untuk mempresentasikan materi dengan cara lebih beragam  dibandingkan buku maupun video.

d.    Memberi perhatian secara individu

Dalam hal ini program yang bagus dapat menawarkan perhatian yang dapat diindividualisasikan dan dapat memungkinkan siswa untuk bekerja dengan irama mereka sendiri. Siswa dapat bekerja dengan privasi mereka tanpa ketakutan akan balasan negatif atau olokan. Jika mereka belajar dengan lamban atau jika mereka memberikan jawaban yang salah. Diagnosis langsung dapat menghemat waktu dan menghilangkan kepenatan siswa serta mampu membantu mereka mengatasi kesalahannya. Komputer juga sangat konsisten dalam respon, tanpa mengenal lelah bekerja berjam-jam.

e.    Mengembangkan Potensi Komunikasi

Komputer dipandang memiliki potensi untuk meningkatkan perkembangan kompetensi komunikatif dalam bahasa kedua (Ahmad, Corebett, Rogers & Sussex,1985; Higgins &Johns, 1984, sanders & Kenner,1983: Underwood,1984;Wytt, 1984:Dunkel,1991). Banyak pendapat yang mengatakan bahwa komputer dapat digunakan dalam beberapa cara untuk meningkatkan interaksi yang bermanfaat untuk memadukan perkembangan bahasa , kognitif dan sosial dan meningkatkan perkembangan kompetensi komunikatif bahasa sasaran. Hal ini mengimplikasikan bahwa kita mungkin saja dapat melaksanakan pembelajaran dua arah, baik siswa maupun komputer dapat  berinteraksi  satu sama lain.

Ruhlmanan (1995;46-47/ seperti yang dikutip Hartoyo berpendapat bahwa program pembelajaran  berbasis komputer dapat membuat siswa  belajar secara aktif; menanggapi pertanyaan; menyelesaikan tugas-tugas interaktif: dan terlibat dalam dialog personal dengan tutor eletronik. Siswa juga dapat mengukur kemampuan mereka sendiri tanpa harus takut kehilangan muka. Program pembelajaran berbasis komputer dapat meningkatkan rasa keingintahuan siswa dari dorongan pribadi siswa.

2.    Kelemahan

Hampir dapat dipastikan banyak kelebihan yang dapat kita rasakan jika kita memanfaatkan komputer untuk membantu pembelajaran bahasa. Namun demikian, penerapan pembelajaran berbasis komputer seringkali mendapat kesulitan di atarannya adalah SDM guru itu sendiri. Mengubah mindset pembelajaran yang sudah “mendarah daging” sering kali membutuhkan waktu dan kerja keras.  Banyak guru yang tidak ingin berubah atau ingin mengubah tetapi membutuhkan proses karena “gagap teknologi”

E. Keuntungan dan Kerugian ICT pada Pembelajaran Bahasa

1.    Keuntungan

a.    Selama ini kebiasaan membaca masih menjadi perhatian , CALL mendorong pengguna (siswa) untuk mengebangkan sebuah kebiasaan membaca yang tidak runtut (nonsequential). Ini merupakan keuntungan tersendiri karena kita dapat dengan cepat memperoleh informasi secara cepat dan lebih banyak.  Media ini juga memungkinkan pengguna memiliki keputusan sendiri untuk mengembangkan kebiasaan membaca yang selektif dan kritis sehingga kebiasaan ini membuat mereka mampu memindai informasi (topik yang begitu banyak berdasarkan minat mereka).

b.    CALL membebaskan pengguna untuk memilih topik informasi manapun yang tersedia dalam paket. Daftar isi menunjukkan keseluruhan topik yang tersedia. Daftar isi tersebut dapat dipilih hanya dengan mengklik pada kotak yang telah dilabeli untuk topik tertentu. Misalnya, dalam paket tutorial CALL ini, materi meliputi kalimat-kalimat bahasa Indonesia dielaborasikan dalam beberap topik yang lebih spesifik kalimat tanya, kalimat berita, kalimat perintah, kalimat aktif, pasif dll. . Seandainya pengguna tidak ingin mempelajari seluruh materi tetapa hanya ingin mempelajari topik kedua yaitu kalimat perintah maka akan muncul kalimat perintah yang memuat pengertian, contoh, dan jenis kalimat perintah dll.

c.    Karena paket tutorial CALL dapat digunakan secara berpasangan dengan teman, paket ini merangsang pengguna (siswa) berkolaborasi dalam mengatasi masalah dengan mempertimbangkan keterampilan mana yang baik untuk dikuasai, karena paket ini dapat diimplementasikan dalam konteks yang luas

d.    Fleksibiltas waktu, CALL memungkinkan siswa untuk memutuskan topik apa  dan sebarapa lama ia ingin mempelajarinya. Oleh karena itu, siswa yang, melewatkan kelas karena alasan tertentu, misalnya sakit , masih memiliki kesemptan untuk mempelajari topik  tertentu yang diajarkan di kelas sejauh topik tersebut tersedia   dalam program CALL. Selajutnya , CALL menyedia program pembelajaran interaktif-individu, sehingga baik si “cepat” maupun si “lambat” dapat memanfaatkan hal ini.

e. Guru akan lebih mudah menentukan  alternatif bahan-bahan belajar yang mutakhir sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuwan, mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya, dan mengontrol kegiatan belajar peserta didik.

f.Siswa dapat belajar atau mereview bahan ajar setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.

g.Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran

2.    Kerugian

a.    Secara umum ketika kita membaca sebuah teks, khususnya teks yang panjang , kita lebih lambat ketika membacanya pada layar, lebih sulit, dan melelahkan. Menurut Gould dan Grischowsky (1984) yang dikutip Hartoyo  menunjukkan bahwa orang membaca 20-30% lebih lambat pada layar dengan resolusi rendah. Hal ini kadang dapat menyebabkan iritasi dan sakit.  Oleh kareba itu, mereka yang memiliki perhatian pada perancangan dan pemograman CALL seharusnnya juga mempertimbangkan pengguna layar dengan resolusi tinggi serta harus merujuk pada regulasi Display Screen Equipment (DSE)

b.Program CALL cukup menghabiskan biaya baik bagi programmer maupun guru , apalagi untuk siswa. Biaya tersebut disediakan untuk peralatan, merancang program, dan melakukan perawatan. Walaupun demikian, untuk penggunaan CALL selanjutnya biaya justru lebih irit karena pengguna tidak mengeluarkan biaya percetakan dll.

c. Pengguna (siswa) yang belum memahami secara penuh tentang penggunaan komputer seringkali membawa kerugian. Misalnya, tidak hati-hati dalam mengamankan data dalam komputer sehngga teserang virus. Perlindungan komputer terhadap serangan virus seringkali tidak dilakukan sehingga merugikan.d

d.Untuk sekolah tertentu terutama yang berada di daerah, akan memerlukan investasi yang mahal untuk membangun pembelajaran  dengan media TIK.

e. Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya nilai-nilai pendidikan  dalam proses belajar dan mengajar.

f. Keterbatasan jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolah akan menghambat pelaksanaan pembelajatran dengan menggunakan TIK.

 

Revolusi teknologi informasi dan komunikasi sebuah tantangan besar bagi dunia pendidikan di Indonesia. Kalau kita hanya pasif dan stagnan, dunia pendidikan Indonesia aka tertinggal dari negara-negara tetangga. Kita tidak akan mampu mengikuti perubah dunia yang begitu cepat. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain kecuali “ menyingsingkan legan baju” , mecurahkan kemampuan, dan memanfaatkan semua potensi yang ada demi mengejar ketertinggalan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi di era globalisasi sekarang ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Asmani,  Jamal Ma’mur. Tips Efektif Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi.  Jogjakarta: 2011

Hartoyo, 2010. Teknologi Informasi dan Komunikas.Semarang: Pelita Insani.

Miarso, Yusufhadi..2004.Menyemai Benih Taknologi Pendidikan. Jakarta: Prenada Media.

http://www.psb-psma.org/content/blog/3921-tik-dalam-pendidikan-dan-pembelajaran

 

About nalida24

Seputar Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA
This entry was posted in Ujian Tengah Semester TIK. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s