KUIS MATA KULIAH FILSAFAT ILMU

                                                    Hubungkan Kedua Konsep di bawah !

Konsep A

Konsep B

  1. Probabilistik
  2. Penalaran
  3. Kebenaran koherensi
  4. Kebenaran korespondensi
  5. Bahasa
  6. Statistika
  7. Fakta
  8. Teori/Kajian
  9. Asumsi
  10. Pemeriksaan keabsahan data
  11. Data penelitian
  12. Teknik pengumpulan data
  1. Hipotesis
  2. Masalah
  3. Analisis data
  4. Kerangka Berpikir
  5. Kesimpulan Penelitian
  6. Penelitian kuantitatif
  7. Penelitian kualitatif
  8. Instrumen penelitian
  9. Observasi
  10. Tes
  11. Kerendahhatian Ilmuwan

Nama              : Lida Nalida

Jawaban

  1. 1.      Probabilistik  ======> Kesimpulan Penelitian

Ilmu tidak pernah ingin dan tidak pernah berpretensi untuk mendapatkan pengetahuan yang bersifat mutlak. Ilmu memberikan pengetahuan sebagai dasar untuk mengambil keputusan  dan kepustusan itu didasarkan pada penafsiran kesimpulan ilmah yang bersifat relatif. Jadi , kesimpulan penelitian merupakan penafsiran ilmiah yang mempunyai tingkat probabilitik (peluang ),  memiliki kemungkinan keliru atau bisa diuji kembali . Oleh karena itu, kesimpulan penelitian tidak mutlak.

Probabilistik =======> Kerendahhatian Ilmuwan

Karena ilmu bersifat probablistik maka tidak ada alasan bagi ilmuwan bersifat sombong . Oleh kerana itu, ilmuwan harus rendah diri.  Kesimpulan penelitian yang berhasil mereka rumuskan suatu saat nanti  mungkin akan  gugur (tumbang) karena muncul teori-teori baru yang  membuktikan kekeliruannya.

  1. 2.      Penalaran =====> Hipotesis

Penalaran adalah proses berpikir untuk menarik kesimpulan berupa pengetahuan baru. Dalam penelitian ilmiah proses berpikir tersebut menggunakan logika deduktif dan induktif. Hipotesis  merupakan dugaan atau  jawaban sementara terhadap permasalah yang sedang dihadapi . Hipotesis ini pada dasarnya disusun berdasarkan penalaran  deduktif.

Penalaran ======> Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor  yang saling mengait  dan membentuk konstelasi permasalahan. Kerangka berpikir disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilmiah  yang telah teruji kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor  empiris yang relevan dengan permasalahan.  Dalam menyusun kerangka berpikir  harus menggunakan pola penalaran  berdasarkan logika deduktif.

Penalaran  =====> Kesimpulan Penelitian

Kesimpulan penelitian merupakan penilaian apakah  sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima . Sekiranya dalam proses pengujian terdapat fakta yang cukup yang mendukung hipotesis  maka hipotesis itu diterima. Penarikan  kesimpulan dalam metode ilmiah ini menggunakan  logika deduktif dengan menggunakan pola penalaran deduktif dan logika induktif dengan menggunakan pola penalaran induktif   .

Penalaran ====> Penelitian Kuantitatif

Penalaran ilmiah merupakan sintesis  penalaran deduktif  dan induktif  dengan karakteristik utama : 1)  dilakukan dengan sadar, 2) bertujuan mencapai kebenaran ilmiah, 4) bersifat rasional /empiris, sistematis dan analitis, 5) kesimpulan yang dihasilkan  tidak mempunyai kebenaran  mutlak. Penelitian kuantitatif  mengunakan proses berpikir deduktif dalam merumuskan hipotesis . Hipotesis  kemudian diuji dengan menggunakan  pola penalaran induktif.

Penalaran ===> Penelitian Kualitatif

Pada penelitian kualitatif  lebih bersifat induktif menempuh langkah yang agak berbeda  karena dilaksankan dalam kontek penemuan teori.

  1. Kebenaran Koherensi  ===> Hipotesis

Kebenaran koherensi adalah suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan penyataan-pernyataan (teori-teori )sebelumnya yang dianggap benar. Teori merupkan salah satu produk ilmu yang berwujud proposisi atau seperangkat proposisi  yang menyatakajn berbagai aspek berkaitan dengan konsep. Dalam penelitian kuantitatif teori merupakan landasan untuk menyusun hipotesis. Hipotesis penelitian dirumuskan berdasarka teori-teori  yang dianggap koheren dengan penyataan-pernyataan sebelumnya. Jadi , Ketepatan dan kecermatan pemilihan teori  yang dipilih serta kebasahan cara penarikan kesimpulan yang diterapkan akan mempengaruhi kebenaran hipoteisis yang dirumuskan yang selanjutnya mempengaruhi kebenaran penelitian. Oleh karena itu , teori-teori yang dipilih harus memmilki kebenaan koherensi.

Koherensi ===> Kerangka Berpikir

Hipotesis tidak diturunkan langsung  dari teori, melainkan melalui kerangka pemikiran  atau kerangka konsep yang disusun berdasarkan teori. Jadi dalam hal ini kerangka pemikiran merupakan argumentasi teoritis  berkaitan dengan hubungan yang berdasarkan teori  diperkirakan ada  antara konsep atau variable –variabel yang dikaji melalui penelitian kuantitatif. Teori-teori yang memilki kebenaran koherensi  tentunya akan  menjadi landasan yang tepat untuk menyusun kerangka berpikir yang bersifat ilmiah.

  1. 4.      Kebenaran Korespondensi ===> Analisis Data

Kebenaran korespondensi, suatu pernyataan adalah benar jika  materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan objek yang dituju oleh pernyataan itu. Kegiatan ilmiah memerlukan penelitian untuk menguji hipotesis  yang diajukan. Penelitian pada dasarnya merupakan pengamatan dalam alam empiris untuk mengetahui apakah hipotesis tersebut memang didukung oleh fakta –fakta . Fakta-fakta yang dikumpulkan kemudian dianalisis  dengan analisis statistika. Fakta-fakta untuk menguji hipotsis tersebut tentunya harus  mengandung kebenaran korespondensi

Kebenaran Koresponndensi =======> Kesimpulan Penelitian

Sebuah kesimpulan penelitian ilmiah  diturunkan dari  penalaran  deduktif dan induktif. Penalaran deduktif mengandung kebenaran koherensi dan penalaran induktif mengandung  kebenaran korespondensi.  Dengan demikian, sebuah penelitian ilmiah harus mengandung kebenaran koherensi dan korespondensi, disamping ada kebenaran pragmatis dan kebenaran lingusitik .

  1. 5.      Bahasa ====> Penelitian kuantitatif

Bahasa dalam penelitian kuantitatif  adalah bahasa yang  bebas dari fungsi emotif, afektif , dan simbolik. Oleh karena itu dalam penelitian ilmiah bahasa yang digunakan harus  memiliki persyaratan-persyaratan  yang meliputi kejelasan, konsisiten, kepadatan, kenetralan, kebakuan, kelugasan , kegramatikalan , keberterimaan .

Bahasa ====> Penelitian kualitatif

Bahasa dalam penelitian kualitatif  adalah bahasa yang  bebas dari fungsi emotif, afektif, dan simbolik  yang  memiliki persyaratn-persyaratan  yang meliputi kejelasan, konsisiten, kepadatan, kenetralan, kebakuan, kelugasan , kegramatikalan , keberterimaan.

  1. 6.      Statistika =====> Penelitian  Kuantitatif

Penelitian kuantitatif  penelitian yang menggunakan data-data numerik  . Data kuantitatif dapat memberitan  informasi ilmiah apabila diolah oleh statistik. Hal ini karena  statistik  memberikan cara untuk dapat menarik kesimpulan yang bersifat umum dengan   hanya mengamati  sebagian dari populasi,  mampu memberikan secara kuantitatif  tingkat ketelitian dari kesimpulan  yang ditarik tersebut, memberikan kemampuan kepada peneliti untuk mengungkap hubungan kausalitas  anta dua faktor atau lebih, dan memungkinkan  kita untuk melakukan kegiatan ilmiah  secra ekonomis.

Statistiak ====> penelitian Kualitatif.

statistik Pada penelitian kualitatif   tetap  digunakan walaupun hanya statistic sederhana.

  1. 7.      Fakta =====> Masalah

Masalah  penelitian timbul sebagai akibat adanya kesenjangan antara  kondisi harapan atau  kondsi yang seharusnya (das Sollen) dan kondisis nyata (fakta) (das Sein). Sebuah masalah penelitian  tentu saja  harus berhubungan dengan fakta bukan dari hal-hal yang bersifat  hayalan.

Fakta =====> Analisis Data

Fakta-fakta empiris yang dikumpulkan untuk menguji  hipotesis   dianalisis melalui tahapan analisis data. Oleh karenanya, terdapat hubungan antara fakta denngan  analisis data. Fakta-fakta empiris yang akan dianalisis tersebut dijaring melalui instrumen yang valid dan reliable.

  1. 8.      Kajian Teori  ===> Kerangka Berpikir

Teori dalam dalam penelitian  berfungsi sebagai lndasan penyususna hipotesis, tetapi hipoteisi tidak diturunkan langsung dari teori , melainkan  melalui kerangka pemikiran atau kerangka konsep yang disusun berdasarkan kajian  teori.

Kajian Teori =====> penelitian Kuantitatif

Fungsi teori dalam dalam penelitian kuantitatif merupakan landasan untuk menyususn hipotesis yang merupakan jawaban sementara untuk masalah yang diteliti. Karena itu, pemilihan teori  dalam penelitian kuantitatif harus dilakukan dengan cermat khususnya berkaitan dengan keberlakuan dan keterkiniannya.

Kajian teori =====> Penelitian Kualitatif

Dalam penelitian kualitatif teori digunakan untuk menjelaskan dan membahas hasil penelitian yang diperoleh  di lapangan . Jadi, dalam penelitian kualitatif  menggunakan teori setelah data dikumpulkan dan dianalisis sebagai dasar pemaknaan data.

  1. 9.      Asumsi ==> Hipotesis

Asumsi adalah pernyataan data empiris yang masih perlu diuji kebenarannya. Sedangkan hipotesis jawaban rasional  semetara  yang berdasarkan teori-teori yang mendukungnya. Sebuah hipotesis mungkin saja dibangun dari asumsi-asumsi yang ada.

  1. 10.  Pemeriksaan keabsahan  Data =====> Analaisis  data

Sebelum data penelitian dianalisis ( diolah, dideskripsika, dibandingkan, dan  dievaluasi) maka diperlukan pemeriksaan keabsahan data. Pemeriksaan keabsahan data  diuji melalui  statistik

  1. 11.  Data Penelitian ====>  Intrumen penelitian

Proses verifikasi pada hakikatnya adalah  mengumpulkan dan menganalisis data  untuk pengambilan kesimpulan . Dalam teknik pengumpulan data harus dinyatakan  variabeL yang akan dikumpulkan. Untuk itu diperlukan instrumen penelitian. Agar instrumen mendapatkan data penelitian yang  akurat maka  instrumen perlu diuji mengenai keabsahannya (validity)  dan keandalannya (reliability)

Data Penelitian =====>Observasi

Salah satu  teknik dalam mendapatkan data penelitian adalah dengan  observasi. Obsevasi biasanya dilakukan dalam penelitian kualitatif

Data Penelitian =====> tes

Tes merupakan teknik pengumpulan data penelitian. Hasil tes yang numerik biasanya dilakukan dalam penelitian kuantitatif.

  1. 12.  Teknik Pengumpulan Data ====> Instrumen Penelitian

Ada beberapa cara  atau teknik dalam pengumpulan data seperti , wawancara, angket , tes, dan bservasi dlll. Teknik-teknik tersebut dinamakan instrument penelitian. Instrumen penelitian harus memenuhi syarat (valid dan reliable)

Teknik Pengumpulan Data =======> Observasi

Obesevasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data dalam penelitian

Teknik Pengumpulan Data   ======> Tes

Tes merupakan salah satu teknik pengumpulan data dalam penelitian

About nalida24

Seputar Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA
This entry was posted in TUGAS KULIAH. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s