TUGAS MATA KULIAH APRESIASI SASTRA

BAGIAN I

INOVASI PEMBELAJARAN

APRESIASI PUISI

  1. Selayang Pandang tentang Apresiasi Puisi

Apresiasi dapat diartikan usaha pengenalan suatu nilai terhadap nilai yang lebih tinggi. Apresiasi itu merupakan tanggapan seseorang yang sudah matang dan sudah berkembang ke arah penghayatan nilai yang lebih tinggi sehingga ia mampu melihat dan mengenal nilai dengan tepat dan menanggapinya dengan hangat dan simpati. Berdasarkan pengertian tersebut apresiasi sastra dapat diartikan sebagai pengenalan dan pemahaman yang tepat terhadap nilai sastra yang dapat menimbulkan kegairahan terhadap sastra itu, serta menciptakan kenikmatan yang timbul sebagai akibat semua itu

Sedangkan pengertian puisi ialah jenis sastra yang bentuknya dipilih dan ditata dengan cermat sehingga mampu mempertajam kesadaran orang akan suatu pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat bunyi, irama, dan makna khusus. haman terhadap nilai-nilai karya puisi yang dapat menimbulkan kegairahan terhadap karya puisi, serta menciptakan kenikmatan. . Kenikmatan itu timbul karena pembaca (1) merasa mampu memahami pengalaman orang lain; (2) merasa pengalamannya bertambah sehingga dapat menghadapi kehidupan dengan lebih baik; (3) merasa kagum akan kemampuan sastrawan dalam memberikan, memadukan, dan memperjelas makna terhadap pengalaman yang diolahnya; dan (4) mampu menemukan nilai-nilai estetik dalam karya itu.

Apa yang perlu kita lakukan dalam memahami dan menikmati puisi? Jawaban atas pertanyaan berikut dapat dijadikan salah satu pilihan tuntunan.

  1. Apakah makna atau tema puisi itu?
  2. Bagaimana kesan yang dikandungnya?
  3. Bagaimana nadanya?
  4. Apakah maksud atau tujuannya?
  5. Bagaimana keselaran antara keempat unsur itu ?
  6. Bagaimana diksinya?
  7. Sesuaikah penggunaan kata nyata (the comcrete word)nya?
  8. Tepatkah penggunaan majasnya?
  9. Bagaimana ritme dan rimanya?
  10. Bagaimana hubungan antara hakikat dan metode pendekatan puisi itu?

Jika jawaban atas pertanyaan di atas sudah diperoleh, dapat dikatakan  prinsip kritik sastra di bawah ini sudah terpenuhi.

  1. Apa yang hendak dicapai atau dilakukan sang seniman?
  2. Baik atau pantaskan sang seniman melakukan hal itu?

Sebelum sampai pada taraf penikmatan dan penilaian yang dikemukakan di atas, perlu diupayakan langkah awal berikut.Perlu diusahakan membaca puisi itu dengan suara serta irama yang tepat sehingga isinya dapat dipahami secara jelas.

  1. Perlu diusahakan memahami dan mencari makna serta bentuk kalimat, yang sama sekali lain dari pemakaian biasa, dalam puisi itu.
  2. Perlu diusahakan mengenal dan mengetahui nama orang dan tempat yang terdapat dalam puisi itu.
  3. Perlu diperhatikan dan dipahami satu persatu majas, kiasan, dan konotasi setiap kata dalam puisi.
  4. Perlu diusahakan, jika mungkin, mengetahui saat puisi itu diciptakan dan angkatan (penzamanan) penyairnya.
    1. Perlu diusahakan,jika mungkin, mengetahui  biografi dan falsafah hidup penyair yang melatarbelakangi puisinya.
    2. Perlu dilakukan penceritaan kembali puisi itu dengan kata-kata sendiri
  1. Pembelajaran Apresiasi Puisi pada KTSP

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bahasa Indonesia pembelajaran apresiasi puisi  dilakukan pada kegiatan mendengar, membaca, berbicara, dan menulis.  Pada tiap kegiatan terdapat standar kompentesi dan kompetensi dasar masing-masing.

Kompetensi dasar pada  apresiasi puisi  KTSP bahasa Indonesia meliputi kegiatan sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman.
  2. Mengungkapkan isi suatu puisi yang disampaikan  secara langsung ataupun melalui rekaman
  3. Membacakan puisi  dengan lafal, nada, tekanan, dan intonasi yang tepat
  4. Menulis puisi lama dengan memperhatikan bait, irama, dan rima
  5. Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima
  6. Membahas isi puisi berkenaan dengan gambaran penginderaan, perasaan, pikiran, dan imajinasi melalui  diskusi
  7. Menghubungkan isi puisi dengan realitas alam, sosial budaya, dan masyarakat melalui  diskusi
  8. Membacakan puisi karya sendiri dengan lafal, intonasi, penghayatan dan ekspresi yang sesuai
  9. Membahas ciri-ciri dan nilai-nilai yang terkandung dalam gurindam
  10. Menjelaskan keterkaitan gurindam dengan kehidupan sehari-hari

Berdasarkan hal tersebut di atas guru seharusnya tidak  lagi mengajarkan teori-teori sastra pada siswa melainkan siswa langsung diberikan karya sastra untuk diapresiasi. Dengan demikian, standar kompetensi dan kompetensi dasar yang diharapkan dapat tercapai. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas maka guru harus dapat memilih strategi pembelajaran yang tepat.

Tetapi dalam kenyataannya terdapat banyak masalah yang muncul dalam kegiatan apresiasi puisi di SMA  mulai dari kurangnya minat siswa terhadap apresiasi sastra, bahan pembelajaran yang tidak memadai , media pembelajaran,  metode pembelajaran, kurangnya waktu yang tersedia. Kurangnya inovasi pembelajaran dari guru misalnya  merupakan masalah yang cukup serius karena inovasi pembelajaran puisi  merupakan salah satu kunci untuk  mengatasi masalah kejenuhan siswa dalam belajar.

Selain inovasi guru bahasa Indonesia yang kurang, pembelajaran apresiasi sering kali tidak tampak karena guru mengajar dengan metode  ceramah. Guru cenderung mengajarkan sastra dengan menjabarkan definisi tentang sastra, baik puisi, prosa, ataupun drama. Guru menerapkan metode pembelajaran yang membuat siswa memperoleh pengalaman sastra, misalnya dengan praktik membaca puisi, menulis puisi, bermain peran dan sebagainya

Melalui pembelajaran apresiasi puisi sebenarnya siswa dapat memperoleh pemahaman untuk menghargai manusia dan memahami nilai-nilai kemanusiaan. Mengingat bahwa karya sastra puisi banyak mengandung unsur-unsur sosial manusia dan kemanusiaan.

Berdasarkan latar belakang dan pengalaman pribadi sebagai guru bahasa Indonesia penulis mencoba memberikan beberapa inovasi pembelajaran apresiasi puisi. Inovasi pembelajaran puisi yang akan kami sajikan berdasarkan pengalaman penulis mengajar apresiasi puisi di Sekolah Menengah Atas (SMA) 84 Jakarta. Tentu saja inovasi pembelajaran ini penulis lakukan berdasarkan tujuan dan disesuaikan dengan keterbatasan media pembeljaran yang ada di SMA 84 Jakarta.

  1. Beberapa Inovasi Pembelajaran Apresiasi Puisi
  2. Baca Puisi Serempak
    1. a.    Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar Kelas X/ 1

Standar Kompetensi      : Membaca pemahaman   wacana sastra puisi dan cerpen

Kompetensi Dasar
7.1     Membacakan puisi karya sendiri dengan lafal, intonasi, penghayatan dan ekspresi yang sesuai
  1. b.    Teknik pembelajaran

Siswa diberi lembar fotokopi puisi, lalu siswa membaca puisi tersebut secara bersama-sama atau secara bergantian tiap bait dengan teman sekelas atau teman sekelompoknya.

  1. c.    Alat yang diperlukan

Lembar fotokopi puisi

Kegiatan dilakukan secara berkelompok

  1. d.    Cara Menerapkan

1)    Guru memberikan penjelasan singkat tetang kegiatan hari itu

2)    Siswa membentuk kelompok

3)    Siswa bereksplorasi tentang membaca puisi secara bersama-sama atau bergantian setiap bait dalam kelompok

4)    Siswa menampilkan  hasil eksplorasinya di depan kelas

5)    Siswa memberikan komentar tentang isi dari puisi itu

6)    Secara serempak, siswa satu kelas membaca bersama-sama

7)    Guru merefleksikan hasil pembelajaran

  1. Baca Puisi Berpasangan
    1.  Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar Kelas X/ 1

Standar Kompetensi      : Membaca pemahaman   wacana sastra puisi dan cerpen

Kompetensi Dasar
7.1     Membacakan puisi karya sendiri dengan lafal, intonasi, penghayatan dan ekspresi yang sesuai
  1. Teknik Pembelajaran

Siswa dibuat  berpasang-pasangan. Secara berpasangan siswa membaca puisi berdasarkan interpretasi yang mereka miliki.

  1. Alat dan Bahan

Fotokopi puisi kegiatan dilakukan secara kelompok

  1. Cara Penerapan

1)    Guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu

2)    Guru membentuk kelompok

3)    Siswa dengan pasangannya

4)     mengidentifikasikan puisi yang telah dipilihnya

5)    Siswa membaca puisi secara bersama-sama atau bergantian tiap bait

6)    Siswa memberikan komentar tentang isi dari puisi itu

7)    Guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.

  1.  Mengganti Puisi
    1. Stándar Kompetensi dan Kompetensi Dasar  kelas X/1

Standar Kompetensi    :  Menulis

Mengungkapkan pikiran, dan perasaan  melalui kegiatan menulis  puisi

Kompetensi Dasar

8.1 Menulis puisi lama dengan memperhatikan bait, irama, dan rima

  1. Teknik Pembelajaran

Siswa mengganti puisi dengan kata-katanya sendiri. Yang diganti tentunya tidak semua persajakannya tetapi beberapa kata yang dipandangnya yang  pantas untuk diubah. Siswa wajib mengubahnya meskipun puisi itu sudah dipandang baik

  1. Alat yang diperlukan

Lembar fotokopi puisi, lembar folio kosong

Kegiatan dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok

  1. Cara Penerapan

1)    Guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu

2)    Guru membagikan lembar fotokopi puisi dan folio kosong

3)    Siswa mengganti sebagaian persajakan (rima dan irama) dengan kata-kata sendiri

4)    Siswa membacakan hasil pekerjaannya di depan kelompok.

5)    Siswa lain memberikan komentar tentang penampilan temannya

6)    Guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.

  1. Menulis Puisi Berdasarkan Objek Langsung
    1. Stándar Kompetensi dan Kompetensi Dasar  kelas X/1

Standar Kompetensi    :  Menulis

Mengungkapkan pikiran, dan perasaan  melalui kegiatan menulis  puisi

Kompetensi Dasar

8.2 Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima

  1. Teknik Pembelajaran

Siswa menulis puisi berdasarkan objek langsung yang dilihatnya. Siswa diajak ke luar kelas untuk melihat objek yang mereka senangi kemudian menuliskannya ke dalam bentuk puisi.

  1. Alat yang diperlukan

Lembar folio kosong atau buku kerja, bermacam-macam objek sesuai tema

Kegiatan dilakuakan secara perorangan

  1. Cara menerapkan

1)    Guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu.

2)    Guru mengajak siswa untuk jalan-jalan ke luar kelas dan melihat-lihat lingkungan sekitarnya.

3)    Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat puisi berdasarkan objek yang dilihatnya

4)    Siswa mengidentifikasi objek dan menuangkan imajinasinya ke dalam puisi berdasarkan pengamatan terhadap objek

5)    Guru dan siswa kembali ke kelas, siswa membacakan hasil pekerjaannya di depan kelas

6)    Siswa lain memberikan tanggapan tentang penampilan temannya

7)    Guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.

  1. Menulis Puisi Berdasarkan Lamunan
    1. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar  kelas X/1

Standar Kompetensi     :  Menulis

Mengungkapkan pikiran, dan perasaan  melalui   kegiatan menulis  puisi

Kompetensi Dasar

8.2 Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima

  1. Teknik Pembelajaran

Siswa diajak untuk melamunkan sesuatu (tokoh idola, alam, hewan, atau apa saja) kemudian menuliskan dalam bentuk puisi

  1. Alat yang diperlukan

Lembar folio kosong dan buku kerja

Kegiatan dilakukan secara perseorangan

  1. Cara Penerapan

1)    Guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu

2)      Guru mengajak siswa untuk melamun sejenak 5-10 menit tentang sesuatu sesuai dengan tema hari itu (tokoh idola, alam)

3)      Siswa menuliskan hasil lamunannya ke dalam bentuk puisi

4)      Siswa  membaca puisi secara perseorangan di depan kelas

5)      Siswa lain memberikan penilaian tentang penampilan temannya

6)      Guru mereflesikan hasil pembelajaran hari itu.

  1. Meneruskan Puisi
    1. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar  kelas X/1

Standar Kompetensi     :  Menulis

Mengungkapkan pikiran, dan perasaan  melalui kegiatan menulis    puisi

Kompetensi Dasar

8.2 Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima

  1. Teknik Pembelajaran

Siswa diberi lembar puisi yang belum selesai penulisannya. Siswa meneruskan penulisan puisi yang belum selesai tersebut sehingga menjadi sebuah puisi

  1. Alat yang diperlukan

Lembar fotokopi puisi yang belum selesai /dikosongkan

Kegiatan dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok

  1. Cara Penerapan

1)    Guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu

2)    Guru membagikan lembar fotokopi puisi yang belum selesai

3)    Siswa meneruskan puisi tersebut sehingga menjadi puisi yang utuh

4)    Siswa membacakan hasil pekerjaannya di depan kelompok atau kelas

5)    Siswa memberikan komentar tentang isi dari puisi itu

6)    Siswa lain memberikan penilaian tentang penampilan temannya

7)    Guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.

8)    Dengan kegiatan yang sama guru dapat melakukan inovasi lain dengan cara memberiakan puisi yang awalnya dikosongkan untuk diisi oleh siswa.

APRESIASI PUISI

W.S. Rendra

Nyanyian Sahabat

Persahabatan adalah hidup

ia mengalir di darahku

bergetar di nadiku

berirama dengan tiap detak jantung

 

persahatan adalah kokoh

setegar batu karang

seperti tembok cina

meski raga tumbang

ia akan selalu tegak dalam dada yang memendam langit

 

nyanyian ini untukmu kawan

 

untuk setiap gelas yang tak sempat kau teguk

untuk kebahagiaan yang belum lama kau rasakan

dari luka yang yang panjan

 

 nyanyian ini untkmu kawan

 

untuk setiap langkah yang kau jejakan

pada jalan-jalan takdir yang menggurat di telapak kaki

untuk kebersamaan kita didtik terakhir

dan untuk semua kebisingan ini

 

persahabaatb adalah  nyanyian

ia mengaum dalam setiap desah napasku

 

Gen 13 j Juni 2010

 Sumber: http://gen2.blogspot.com/2110/06/puisi-

persahabatan.html

About nalida24

Seputar Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA
This entry was posted in TUGAS SISWA and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s