PEMANFAATAN TIK UNTUK MENINGKATKAN KUALTAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA

1. Pendahuluan

 Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi  merupakan kekuatan bahkan penentu kemajuan suatu bangsa. Salah satu yang sangat dahsyat kemajuannya adalah penguasaan teknologi informasi dan komunikasi. Negara-negara maju sudah berlomba-lomba dalam mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi tersebut . Mereka tidak lagi menjadi konsumen tetapi sudah menjadi produsen  dengan inovasi dan kreasi yang mewarnai teknologi komunikasi dan informasi.

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat telah memasuki berbagai ranah kehidupan termasuk dunia pendidikan. Pembelajaran kini tidak hanya menggunakan papan tulis saja. Pengajar juga tidak hanya berceramah di depan kelas sambil menulis di papan tulis sementara peserta didik hanya duduk, mendengar, dan mencatatnya. Berbagai media hasil teknologi termasuk di dalamnya televisi VCD, DVD, dan komputer menjadi suatu kebutuhan penting dalam pembelajaran karena kemampuannya.

Pengaplikasian teknologi informasi dan komunikasi bagi dunia pendidikan adalah sebuah tantangan yang nyata dan faktual. Tidak ada alasaan untuk menghidarinya karena teknologi dan informasi sudah merupakan bagian dari kehidupan termasuk kehidupan peserta didik. Bagi  pendidik kemajuan teknologi informasi dan komunikasi mungkin akan menjadi hambatan dan juga sekaligus akan menjadi media pembelajaran yang dapat meningkatkan mutu pendidikan. Menjadi hambatan tentu saja terjadi bagi pendidik yang sulit menerima perubahan, dan mejadi media yang membantu pembelajaran bagi pendidik yang  ingin   berubah menjadi lebih baik.

Lembaga pendidikan adalah salah satu sarana yang dapat mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi sekaligus memanfaatkan kemajuan tersebut sebagai alat bantu untuk meningkatkan kreatvitas dan produktifis pembelajaran di sekolah.Oleh karena itu, semangat pengusaan teknologi informasi dan komunikasi harus dikobarkan di kalangan para pendidik. Para pendidik juga harus mendorong peserta didik untuk serius dalam mempelajari teknologi secara aktif. Kalau tidak, maka dunia pendidikan kita akan tertinggal dari negara-negara lain.

Salah satu model pembelajaran yang sesuai dan mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah model E-Learning. Menurut Hartoyo (2010: 24) E- learning adalah model pembelajaran yang memadukan potensi ilmu pengetahuan dan mengemasnya melalui sarana teknologi informasi dan komunikasi sehingga baik ilmu pengetahuan maupun teknologi yang digunakan akan terus berkembang dalam proses pemanfaatanya.

E- learning sebagai aplikasi nyata teknologi informasi dan komunikasi dalam  dunia pendidikan terutama ditujukan untuk memudahkan peserta didik  dalam belajar dan meningkatkatkan kualitas kegiatan pembelajaran itu sendiri. Kaitan dengan pembelajaran bahasa (Indonesia) di sekolah-sekolah kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan  melalui berbagi media pembelajaran yang  tentu saja melalui berbagai  model pembelajaran termasuk model pembelajaran E-learning. Sarana teknologi informasi dan komunikasi akan menjadi media dalam model pembelajaran E-learning  dalam pembelajaran bahasa dapat memanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran keterampilan mendengar, berbicara, membaca, menulis, tata bahasa dan pembelajaran sastra. Oleh karena itu, penulis dalam tulisan akan membahas pemanfaatan teknologi dan informasi (E-learning) untuk meningkatkan pembelanjaran  bahasa Indonesia di SMA

Dalam kenyataannya Guru pada umumnya dan guru bahasa Indonesia pada khususnya dalam pelaksnaan belajar mengajar mengalami berbagai kendala. Kendala tersebut mulai dari bahan ajar  tidak bervariasi,   kesulitan dalam mengakses bahan ajar, alokasi waktu yang tidak cukup, kurangnya motivasi siswa, sarana dan prasarana yang tidak memadai, sumber belajar yang terbatas, dll. Kendala-kendala tersebut, tentu saja mengakibatkan pembelajaran bahasa Indonesia menjadi kurang berkualitas. Dalam tulisan ini akan dibahas bagaimana meningkatkan kulitas pembelajaran melalui pemanfaatan media TIK dengan pendekaatn e-learning? Tulisan ini bertujuan untuk membahas pemanfaatan sarana teknologi dan informasi dengan menerapakan model pembelajaran E- learning untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia.di SMA

2.   Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Istilah teknologi  informasi dan komunikasi adalah istilah umum yang dapat kita ketahui dalam kehidupa sehari-hari. Banyak definisi teknologi  informasi dan komunikasi yang dikemukaan oleh para ahli. Hartoyo (2010:4) mendefinisikan teknologi informasi dan komunikasi  sebagai sarana  yang berfungsi  atau yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung komunikasi  atau penyampaian komunikasi. Sementara menurut Jamal (2011: 99) menyatakan bahwa teknologi informasi sebagi bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi  yang berhubungan dengan pengambilan , pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran dan penyajian informasi.

Teknologi Informasi dan komunikasi mencakup dua aspek, yaitu teknologi informasi dan tenologI komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, pengolahan informasi. Teknologi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke yang lain. Karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah padanan yang tidak terpisahkan. Keduanya mengandung pengertian luas, yakni segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengeloaan, dan transfer/pemindahan informasi antarmedia Jamal (2011:97).

a. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran

Saat ini perkembangan teknologi informasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001) seperti yang dikutip  Jamal, menyatakan bahwa dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana saja dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, dan (5) dari waktu siklus ke waktu nyata.

Teknologi informasi dan komunikasi di sekolah memadukan kedua unsur teknologi informasi dan teknologi komunikasi menjadi teknologi informasi dan komunikasi dengan tujuan siswa memiliki kompetensi untuk memanfaatkan teknologi informasi sebagai perangkat keras dan perangkat lunak untuk mengolah, menganalisis dan mentransmisikan data dengan memperhatikan dan memanfaatkan teknologi komunikasi untuk memperlancar komunikasi dan produk teknologi informasi yang dihasilkan bermanfaat sebagai alat dan bahan komunikasi yang baik. Salah satu contoh teknologi informasi dan komunikasi berbasis e- learning adalah penggunaan media internet.

Teknologi informasi menekankan pada pelaksanaan dan pemrosesan data seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan, mengambil, memanipulasi atau menampilkan data dengan menggunakan perangkat-perangkat teknologi elektronik terutama komputer. Makna teknologi informasi tersebut belum menggambarkan secara langsung kaitannya dengan sistem komunikasi, namun lebih pada pengolahan data dan informasi. Teknologi komunikasi menekankan pada penggunaan perangkat teknologi elektronika yang lebih menekankan pada aspek ketercapaian tujuan dalam proses komunikasi sehingga data dan informasi yang diolah dengan teknologi informasi harus memenuhi kriteria komunikasi yang efektif.

Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa akan memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Model yang sangat populer di abad ini adalah e-learning. E-learning adalah model pembelajaran melalui penggunaan teknologi internet.

b. Pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran

Keterampilan dalam memanfaatkan TIK merupakan kecakapan hidup  yang harus dimiliki.  Menurut Jamal (2011:112) Keterampilan dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sama pentingnya dengan dengan kemampuan membaca, menulis, berhitung, merumuskan dan memecahkan masalah, mengelola sumber daya, serta bekerja dalam kelompok

Perkembangan teknologi dan informasi mempengaruhi kehidupan masyarakat karena hampir seluruh aspek kehidupan orang modern tidak bisa lepas dari kemajuan tersebut.  Penguasaaan tersebut akan berperan dalam kehidupan masa kini dan masa yang akan datang. Masyarakat yang menguasai teknologi informasi dan komunikasi akan mampu memilih, merancang, membuat, dan menggunakan hasil-hasil terknologi tersebut.

Peserta didik sebagai bagian dari masyarakat harus pula menguasai teknologi sehingga mereka dapat secara aktif terlibat dalam teknologi sekaligus memanfaatkan hasil teknologi tidak hanya sebatas mengetahui atau mengenal saja. Peserta didik juga harus belajar merancang dan membuat karya teknologi tersebut. Selain itu, mereka dilatih menemukan dan memecahkan permasalahan  dalam kehidupan sehari-harinya yang dapat dipecahkan dengan memanfaatkan jasa teknologi.

Mengingat hal tersebut di atas, peserta didik harus diberi kesempatan untuk belajar mengembangkan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi yang bermanfaat dalam proses belajar mengajar dan dalam kehidupan sehari-hari, serta dapat digunakan pada masa kini dan masa yang akan datang. Oleh karena itu, program pembelajaran di sekolah perlu menerapkan pembelajaran dengan memanfaatkan  teknologi informasi dan komunikasi.

Penggunaan media-media komunikasi   seperti telepon, komputer, internet, e-mail dan lain sebagainya telah membentuk satu model interkasi yang telah terbangun  dalam proses pembelajaran seperti sekarang ini. Inteaksi guru dan siswa tidak hanya bersifat tatap muka, tetapi juga dengan menggunakan teknologi mutakhir.

Menurut Jamal (2011: 119) bahwa pentingnya teknologi  informasi dan komunikasi dalam pembelajaran berkaitan dengan manfaat dari teknologi itu sendiri, yaitu mengembangkan e-learning (edukasi), mendukung terciptanya kursus on line, memfasiltasi terbangunnya sistem tutorial   bagi pendidikan jarak jauh, membuka perpustakaan elektronik, dan pembelajaran dengan menggunakan alat bantu komputer.

c. Fungsi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memiliki dua fungsi utama yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yaitu meliputi:

1)    Teknologi berfungsi sebagai alat (tool), yaitu alat bantu bagi pengguna (user) atau siswa untuk membantu pembelajaran, misalnya dalam mengolah kata, mengolah angka, membuat unsur grafis, membuat data base, membuat program administratif untuk siswa, guru, dan staf, data kepegawaian, keuangan, dan sebagainya.

2)    Teknologi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan (science). Dalam hal ini teknologi sebagai bagian dari disiplin ilmu yang harus dikuasai oleh siswa.  Misalnya dalam pembelajaran di sekolah sesuai kurikulum 2006 terdapat mata pelajaran TIK sebagai ilmu pengetahuan yang harus dikuasai siswa semua kompetensinya.

Kaitan dengan pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang dimaksudkan adalah teknologi yang berfungsi sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Pada bahasan ini penulis berpendapat bahwa e-leaning sebagai model pembelajaran yang menggunakan alat bantu teknologi informasi dan komunikasi dinyakini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia  di sekolah menengah atas (SMA)

3.    Tekonologi Informasi dan Komuniksi sebagai Media  Pembelajaran E-Leaning

a.    Pengertian E-Learning

Banyak pakar yang mengemukakan  pengertian e-learning. Bates (2009) dalam Mishra (2009) seperti yang dikutip Hartoyo merangkum pengertian dari beberapa ahli. Dalam hal ini Bates menekankan bahwa pada dasarnya konsep e-learning memiliki cakupan yang luas dan penggunaan teknologi yang beragam dalam dunia pendidikan dan tentu saja hal tersebut memerlukan format dan desain yang beragam.  Depatemen pendidikan New Zealand seperti yang dikutip oleh Hartoyo(2010:125) mendefinisikan e- learning  adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan atau didukung dengan penggunaan sarana atau materi pembelajaran digital. Dalam pelaksanaannya, terdapat interaksi on-line antara siswa dan guru mereka maupun di aatara teman mereka sendiri. E-lerning pada umumnya dilaksanakan melalui internet, meski ada pula yang menggunakan teknologi lain seperti CD –ROM.

b.   Tujuan Model Pembelajaran E-learning

Model pembelajaran E-learning sebagai aplikasi nyata teknologi dalam dunia pendidikan terutama ditujukan untuk memudahkan siswa dalam belajar dan meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran itu sendiri. Menurut Bates (2009) seperti yang dikutip Hartoyo mengemukakan bahwa tujuan diterapkannya pendekatan e-learning  adalah sebagai berikut;

1.      Untuk meningkatkan akses terhadap kesempatan belajar (increase acces to learning opportunity)  dan fleksibilitas (flexibility) siswa dalam belajar. Dalam hal ini e-learning diharapkan mampu meningkatkan  kesempatan belajar siswa sekaligus meningkatkan fleksibilitas siswa dalam belajar melalui sarana dan metode pembelajaran yang digunakan.

2.      Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara umum (enhance general quality). Melalui penggunaan sarana dan metode yang beragam tersebut  diharapkan kualitas pembelajaran dapat meningkat.

3.      Pembelajaran melalui pendekatan e-learning diharapkan mampu mengembangkan keterampilan dan kompetensi (develop skills and competencies) yang diperlukan oleh para siswa pada abad 21, serta mampu memberikan bekal kecakapn digital yang diperlukan dalam bidang ilmu , profesi atau karier mereka.

4.      E-learning diharapkan mampu mengakomodasi beragam gaya atau cara belajar (to meet the learning style/needs) siswa pada abad millenium ini.

5.      Berkaitan dengan aspek dana atau anggaran, penerapan e-learning diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dana (cost effectiveness) terutama pada tataran pendidikan menengah.

c. Teknologi Pendukung E-learning

Dalam praktiknya e-learning memerlukan bantuan teknologi. Dalam perkembangannya komputerlah yang paling populer dipakai sebagai alat bantu pembelajaran secara elektronik. Karena itu, dikenal dengan istilah computer based learning (CBL) yaitu pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan komputer dan computer assisted learning (CAL) atau pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama komputer. Saat pertama kali komputer mulai diperkenalkan khususnya pada pembelajaran, maka ia akan menjadi dikenal atau populer di kalangan siswa karena berbagai variasi teknik mengajar yang bisa dibuat dengan bantuan komputer tersebut.

Adapun teknologi dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu technology based learning dan technology based web learning. Technology based learning ini pada prinsipnya terdiri dari Audio Information Technology, misalnya: radio, audio tape, voice mail telephone, dan Video Information Technologies, misal-nya: video tape, video text, video messaging. Sedangkan technology based web-learning pada dasarnya adalah Data Information Technologies, missal-nya: bulletin board, internet, e-mail, tele-collaboration

d.Sarana  Pembelajaran E-Learning

                  Seperti yang dikemukakan di atas bahwa pemanfaatan pembelajaran e-learning dapat menggunakan berbagai sarana, media, teknologi. Menurut Hartoyo (2010:131) institusi (sekolah atau perguruan tinggi) dapat menggunakan teknologi melalui perantara penyedia layanan (vendor atau provider) yang bergerak dalam bidang pendidikan atau membangun sistem pembelajaran E- learning mereka sendiri. Nichols (2008) seperti dikutip Hartoyo mengemukakan bahwa secara umum sarana yang digunakan dalam e- learning adalah sebuah sistem  pengelolaan pembelajaran /Learning  management System (LMS) atau disebut juga sebagai lingkungan pembelajaran maya/virtual learning environment yang memiliki kelengkapan sebagai berikut:

  1. Sarana yang paling utama dalam pembelajaran E-learning adalah halaman website (webpages) yang digunakan untuk menampilkan materi pelajaran yang ditawarkan serta informasi lain yang perlu diketahui.
  2. Di samping beragam informsi , halaman website juga dapat disertai link atau tautan pada website lain baik berupa forum diskusi, bulletin atau sumber materi lain yang berkaitan dengan proses pembelajaran.
  3.  Sebagai sarana interaksi,  website juga  dilengkapi dengan chat client yang memungkinkan komunikasi melalui teks secara real time.
  4. Berbagai materi yang ada juga perlu dilengkapi dengan pertanyaan yang pada umumnya berbentuk pilihan ganda  namun dapat pula berbentuk pertanyaan terbuka yang dibuat sendiri.
  5. Diperlukan pula sistem atau penyimpanan yang baik
  6. Berbagai sarana dan kelengkapan tersebut perlu dilengkapi dengan sistem pencatatan (record system) yang mampu mendokomentasikan keikutsertaan siswa baik melalui catatan log in atau tampilan halaman individu dalam proses pembelajaran.

Sarana dan  kelengkapan pembelajaran e-learning tersebut berkait erat dengan pembelajaran jarak jauh melalui internet atau pun jaringan dalam sebuah instansi (sekolah). Sedangkan pembelajaran di kelas guru dapat pula memperhatikan beberapa elemen yang digunakan  1) penggunaan multimedia. Dengan penggunaan berbagai media akan meningkatkan ketertarikan terhadap penyampaian materi serta retensi siswa terhadap materi, penyampaian dan penyerapan materi. 2) kedekatan penggunaan antara teks dengan gambar yang ditampilkan. 3) modalitas, dalam hal ini penggunaan media pembelajaran sebaiknya menggunakan narasi audio daripada hanya menampilkan teks dan gambar  dilayar. 4) Penggunaan modalitas  berkaiatan erat dengan prinsip redundancy, penggunaan narasi audio yang berlebihan jangan sampai mengganngu konsentrasi siswa. 5) Koherensi, materi harus berkoherensi dengan tujuan pembelajaran   6) personal, media e- learning yang menggunakan gaya diskusi serta pelatihan virtual dalam penyampaian materinya pada umumnya lebih menarik daripada hanya berupa penjelasan.

Secara umum menurut  Hartoyo (2010:142) ada empat manfaat dari pembelajarn e- learning yaitu ; 1) kenyamanan dan fleksibilitas. 2) kesempatan dan pengalaman belajar yang lebih efektif dan efesien. 3) sistem pendidikan menjadi lebih berkualitas, dan 4) meningkatkan kualitas pribadi dan institusi.

4.    E-Learning untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Bahasa Indonesia

Seperti pembelajaran konvensional lainnya, kualitas interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonsia dilakukan secara langsung  atau real time. Secara tidak sadar pada pembelajaran bahasa Indonesia proses interaksi tersebut dapat meningkatkan sekaligus keterampilan berbicara. Namun, pada kenyataannya siswa dalam menyampaikan pendapat secara lisan mengalami kesulitan karena mereka merasa gugup, takut, dan malu. Tidak semua siswa mampu menyampaikan pendapat atau gagasannya secara langsung. Akhirnya siswa yang demikian mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan guru mereka dan bahkan mungkin dengan teman mereka sendiri. Dengan sarana pembelajaran berbasis e-learning kesulitan tersebut dapat diatasi karena pembelajaran melalui e-learning interaksi yang terjadi lebih bervariasi yaitu dapat dilakukan secara langsung( dapat melalui berbagai sarana video streaming, video conferencing, forum diskusi, dan collaborativespaces. sehingga akan menghilangkan rasa gugup, malu, dan takut dan secara tidak langsung melalui diskusi tertulis, chat room, penilaian on –line. Dengan demikian sarana pembelajaran e-learning selain dapat meningkatkan keterampilan  berbicara tetapi dapat meningkatkan keterampilan menulis karena pendekatan e- learning, interaksi yang dilakukan lebih menekankan pada aspek menulis/written( Hartoyo, 2010: 134) juga dapat meningkatkan kulitas interaksi dalam pembelajaran.

Berdasarkan pengalaman penulis dalam mengajarkan bahasa Indonesia  kepada siswa salah satu kendala yang dihadapi daalm mengajar adalah alokasi waktu yang tidak mencukupi. Penulis mengganggap waktu  untuk menyampaikan materi pelajaran tidak cukup  sehingga target kurikulum tidak dapat tercapai. Akhirnya, sekolah merencanakan suatu program tambahan waktu belajar di luar jam pelajaran yang telah ditentukan. Tentu saja program ini  membutuhkan tenaga dan waktu yang harus disediakan guru, bahkan biaya yang harus dikeluarkan.  Sering kali program ini tidak terlaksana karena berbagai kendala. Berdasarkan pemahaman terhadap pendekatan e-learning  masalah alokasi waktu dapat teratasi karena dalam e-learning mengenal metode distance learning. Metode ini memungkinkan siswa untuk belajar tanpa harus menghadiri kelas secara fisik. Siswa dapat belajar di rumah atau di mana saja saat luang  dengan menggunakan sarana dalam pembelajaran E-learning. Dalam prosesnya siswa dapat memanfaatkan komputer yang terhubung dengan jaringan lokal atau jaringan internet atau pun menggunaakn media CD/DVD yang telah dipersiapkan. Agar pembelajaran di luar jam belajar ini menarik maka harus dipersiapkan dengan memanfaatkan media komputer dan multimedia.

Sarana teknologi informasi dan komunikasi  tersebut selain dapat mengatasi alokasi waktu juga dapat meningkatkan minat baca siswa karena mereka  secara tidak langsung harus membaca materi yang disiapkan pada program yang dipersiapkan pada pembelajaran e-learning. Bahkan, mungkin kita dapat melatih siswa menyimak karena materi yang disampaikan selain gambar juga dilengkapi dengan narasi audio. Dengan demikian diharapkan kualitas pembelajaran bahasa indonesia khususnya dan mata pelajaran lainnya pada umumnya lebih berkualitas.

Masalah lain yang dihadapi dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia adalah bahan dan sumber belajar. Kesulitan bahan ajar yang selama ini dirasakan oleh guru dan siswa disebabkan karena guru dan siswa mengalami kesulitan dalam menyiapkan sumber-sumber yang lain diluar buku teks. Buku teks pun kadang-kabang tidak dimilki oleh sekolah atau siswa. Bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia selain harus sesuai dengan tuntutna kurikulum juga harus aktual agar siswa dapat mengikuti perkembangan. Misalnya tema-tema wacana yang disampaikan harus mengikuti perkembangan dan harus berhubungan dengan kehidupan sehari. Selain itu, contoh-contoh materi pembelajaran  keterampilan menulis, keterampilan berbicara dalam bentuk audiovisual sulit didapatkan bahkan mungkin hasil-hasil karya yang terdapat dalam buku teks juga dapat membosankan siswa. Dengan keadaan materi ajar yang demikian akan membuat siswa mejadi bosan dan kurang berkembang karena mereka diajarkan materi yang kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari yang mereka alami. Akhirnya, pembelajaran bahasa Indonesia kurang berkualitas.

Pembelajaran e-learning dengan berbagai sarana yang digunakan secara nyata dapat mengatasi masalah tersebut. Dengan jaringan internet on-line guru dan siswa dapat mengakses segala macam bahan ajar yang diperlukan.  Berbagai bentuk bahan ajar bisa didapatkan melalui internet. Materi yang berbentuk teks, teks dan gambar, teks dan video dll.  Misalnya, bahan ajar untuk pembelajaran membaca, kita   bisa memilih bahan yang berupa teks, gambar, grafik, diagram  sesuai dengan perkembangan dan kehidupan sehari-hari. Bahan  untuk pembelajaran keterampilan menulis kita bisa mengakses contoh-contoh surat niaga, surat, resmi, surat pribadi, dan surat-surat lainnya, contoh-contoh karangan, karya sastra dll dapat dengan mudah kita dapatkan.  Video – video youtube juga dapat pilih sebagai bahan ajar pembelajaran bahasa Indonsia. Misalnya, untuk pembelajaran membaca dan berbicara video pembacaan  karya sastra oleh sastrawan, membaca berita, pementasan drama, bentuk diskusi, membaca berita dll.

Di samping dapat menyediakan bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia yang dibutuhkan, sarana pembelajaran e-learning juga dapat membantu dan memudahkan guru dalam mengemas bahan ajar sehingga lebih menarik.  Guru dapat memadukan bahan ajar yang berupa teks, gambar, video yang dilengkapi dengan narasi audio dan musik yang disukai siswa. Kemasan bahan ajar dapat ditampilkan melalui power point. Bahan ajar yang sudah dipersiapkan lalu disampaikan melalui audio visual seperti LCD projector. Dengan demikian kualiatas pembelajan bahasa Indonesia akan meningkat.

Salah satu pokok bahasan pembelajaran bahasa Indonesia adalah menulis karya ilmiah atau hasil penelitian. Masalah yang sering dihadapi oleh siswa dalam pembelajaran ini adalah sumber referensi, bahan penelitian. Sarana pembelajaran E-learning dapat dijadikan sarana pendukung dengan menberikan informasi dan dukungan teoritis atau hasil penilitian empiris yang dijadikan sumber pendukung penelitian. Di samping itu, jaringan internet dapat dijadikan sarana untuk mempublikaskan hasil penelitian siswa melalui alamat blog siswa atau lembaga sekolah. Oleh karena itu, pembelajaran menulis karya ilmiah yang selama ini kurang mendapat perhatian guru dan siswa diharapkan dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan.

Untuk pembelajaran tata bahasa pembelajaran melalui e-learning dapat dilakukan melalui paket turorial. Paket ini menyediakan menu pembelajaran tata-bahasa yang dapat dioperasikan  dengan mengklik pada kotak yang telah dilabeli untuk topik tertentu. Misalnya, dalam paket tutorial CALL , materi meliputi kalimat-kalimat bahasa Indonesia dielaborasikan dalam beberapa topik yang lebih spesifik ; kalimat tanya, kalimat berita, kalimat perintah, kalimat aktif, pasif dll. Seandainya pengguna tidak ingin mempelajari seluruh materi tetapi hanya ingin mempelajari topik kedua yaitu kalimat perintah maka akan muncul kalimat perintah yang memuat pengertian, contoh, dan jenis kalimat perintah dll.

Namun demikian, penggunaan  sarana  E-learning dalam dunia pendidikan terutama dalam pembelajaran bukan tanpa kendala  dan hambatan. Berikut adalah beberapa hambatan dan kendala yang sering dihadapi oleh para pelaku dunia pendidikan

a. Tidak mempunyai sarana prasasarna yang memadai

Masih banyak sekolah yang hanya mempunyai komputer dalam jumlah yang sangat terbatas. Itu pun digunakan untuk opersional kantor, sedangkan komputer khusus yang dapat dipergunakan siswa  belum ada. Terlebih internet sebagai media penyedia informasi yang terhubung dengan jaringan global, tentu mayoritas sekolah di Indonesia masih belum punya. Akhirnya siswa menjadi asing dengan dunia teknologi; padahal dil luar sana teknologi informasi mengalami inovasi bahkan revolusi besar-besaran.

2. Sedikitnya tenaga ahli di bidang teknologi

Tenaga ahli di bidang teknologi  informasi dan komunikasi masih sangat sedikit. Apalagi tenaga ahli di bidang internet. Karena itu, jika ada masalah dengan komputer dan internet baik dalam  mengoperasikan dan penggunaannya tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit

c. Padatnya kurikulum yang  harus diemban

Hampir 95 % dari waktu di sekolah dialokasikan untuk mempersiapkan siswa ujian nasional dan jumalah mata pelajaran yang harus dikuti siswa juga terlalu banyak. Realitas inilah yang menyebabkan TIK kurang mendapat perhatian .

d. Banyaknya situs yang membahayakan moral

TIK ternyata tidak hanya menyediakan data dan informasi yang positif. Di dunia maya, bertebaran situs-situs yang dapat membahayakan moral-khususnya bagi pelajara, yakni situs yang berisi pornografi dan pornoaksi. Kahadiran situs tersebut sulit untuk dicegah. Fenomena ini tentu saja menimbulkan kkhawatiran besar bagi guru-guru  ketika mereka bermaksud mengembangkan pembelajaran e-learning.

e.Minimnya stimulus pemanfaatan teknologi

TIK kurang mendapat stimulus sehingga antusiasme siswa dalam mepelajari TIK menjadi sangat rendah. Padahal stimulus dapat melipatgandakan semangat siswa untk belajar lebih serius dengan target tertinggi. Misalnya, membuat karya ilmiah, membuat resensi buku, mengirim opini di media. Dengan memanfaatkan TIK,  aktivitas-aktivitas tersebut dapat berjalan lebih lancar, sebab TIK menjanjikan berita akual, wacana terbaru dan data yang lengkap.

Selain kendala-kendala di atas menurut Hartoyo (2010: 150) ada faktor lain yaitu lingkungan sekolah, lokasi yang terpencil, atau tidak adanya saran yang menunjang seperti jaringan listrik atau telekomunikasi juga merupakan kendala dalam aplikasi e-learning. Hal ini sejalan dengan pendapat presiden Direktur Acer Indonesia Jason Lim (2008) bahwa kendala penerapan e-learning adalah infrastruktur, budaya dan sumber daya.

5.    Ringkasan dan Rekomendasi

Teknologi Informasi dan komunikasi mencakup dua aspek,  yaitu teknologi informasi dan tenologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, pengolahan informasi. Teknologi komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke yang lain. Karena itu teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah padanan yang tidak terpisahkan.

Salah satu pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di sekolah untuk membantu pembelajaran. Contohnya pembelajaran dengan pendekatan  e- learning dengan menggunakan media internet meski ada pula yang menggunakan teknologi lain seperti CD –ROM.Tujuan e- learning. Tujuan pembelajaran E-learning adalah        1) untuk meningkatkan akses kesempatan belajar, fleksibilitas (flexibility) siswa dalam belajar. 2) meningkatkan  kualitas pembelajaran secara umum, 3) mengembangkan keterampilan dan, 4) mengakomondasi beragam gaya atau cara belajar 4) meningkatkan efektivitas dana (cost effectiveness) terutama pada tataran pendidikan menengah.

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia pendekatan e-learning dapat meningkatkan dalam keterampilian berbicara dan menulis karena interaksi dalam pembelajarn e-learning terjadi secara lisan dan tulisan. Pembelajaran e-learning dengan sifatnya yang fleksibel dapat mengatasi keterbatasn alokasi waktu yang menjadi kendala dalam pebelajaran bahasa Indonesia.. Karena pembelajaran dengan e-laerning dengan media internet maka materi ajar pelajaran bahasa Indonesia jadi lebih bervariatif dan aktual sesuai dengan kebutuhan siswa. Oleh karenanya  guru dapat mengemas bahan ajar sedemikian rupa dengan memadukan bahan ajar yang berupa teks, audio, video, gambar dll yang dijikan melalui audio visual LCD Projektor sehingga pembelajaran menjadi hidup dan menarik. Di samping itu, e-learning dapat mengatasi permasalahan klasik tentang pembelajaran pokok karya ilmiah yang dialami guru dan siswa  yaitu kurangnya sumber dan bahan. Untuk pembelajaran tata bahasa pembelajaran melalui e-learning dapat dilakukan melalui paket turorial.

Tantangan dan hambatan dalam pembelajan e-learning ada ; 1) sekolah tidak mempunyai sarana prasarana yang memadai. 2) Sedikitnya tenaga ahli (SDM) di bidang teknologi informasi dan komunikasi. 3) Padatnya kurikulum yang  harus diemban sekolah sehingga TIK kurang mendapat perhatian. 4) Banyaknya situs yang membahayakan moral. 5) Minimnya stimulus pemanfaatan teknologi. 6) faktor lainnya lokasi sekolah yang terpencil (tidak aad aliran listrik), infrastruktus, budaya dan sumber daya.

E-learning merupakan satu pendekatan yang dapat dipilih dalam mengatasi kendala pembelajaran dan meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia pemabfaatan bahan ajar  yang bervariasi,  penyajian materi yang menarik, fleksibilitas program, dan kemudahan  mengakses informasi, paket  tutorial.

Untuk mengatasi kendala-kendala dalam pembelajaran e-larning ada beberapa rekomendasi diperlukan adanya upaya sinergi  yang baik dari berbagi pihak mengingat penerapan pembelajaran e-learning tidak hanya memerlukan perencanaan yang matang tetapi juga persiapan dari perangkat keras (hardware), perangkat luank (software), serta SDM , dan sistemnya. Dengan mengupayakan hal tersebut diharapkan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia akan segera tercapai.

DAFTAR PUSTAKA

Asmani, Jamal Ma’mur. Tips Efektif Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jogjakarta: 2011

Hartoyo, 2010. Teknologi Informasi dan Komunikas.Semarang: Pelita Insani.

http://www.psb-psma.org/content/blog/3921-tik-dalam-pendidikan-dan-pembelajaran

 

 

Posted in TUGAS KULIAH, UJIAN AKHIR SEMESTER TIK, Uncategorized | Leave a comment

PEMBELAJARAN BAHASA DENGAN BANTUAN KOMPUTER

 A.   Pentingnya Teknologi Informasi dalam Pembelajaran

Pembelajaran kini tidak hanya menggunakan papan tulis saja. Pengajar juga tidak hanya berceramah di depan kelas sambil menulis di papan tulis, sementara peserta didik hanya duduk, mendengar dan mencatatnya. Berbagai media hasil teknologi termasuk di dalamnnya televisi, VCD, DVD, dan komputer menjadi suatu kebutuhan penting dalam pembelajaran karena kemampuannya.

Keterampilan dalam memanfaatkan TIK merupakan kecakapan hidup yang harus dimiliki oleh peserta didik. Kecakapan ini sama pentingnya dengan kemampuan membaca, menulis, berhitung, merumuskan dan memecahkan masalah, mengelola sumber daya, serta bekerja dalam kelompok. Peserta didik yang tidak memiliki kecakapan TIK diperkirakan akan mengalami kesulitan yang lebih besar dalam menghadapi kehidupannya pada masa kini dan masa yang akan datang.

Fokus perhatian pada perkembangan  TIK  yang biasanya hanya pada pembelian perangkat lunak/keras yang cangih sesuai dengan trend dan menghabiskan dana mahal, bergeser menjadi optimalisasi kemampuan sumber daya manusia (brainware) penguna TIk, seperti penguasaan komputer (computer literate) dan memahami informasinya (informasi literate). Peserta didik mampu menggunakan komputer secara optimal, mengetahui  di mana memperolehnya, mengetahui bagaimana cara mengemas atau mengolah informasi, serta memahami cara mengomunikasikanya.

Menghadapi perkembangan TIK yang semakin pesat dan dinamis, peserta didik perlu dipersiapkan agar memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Peserta didik diberi kesempatan untuk belajar mengembangkan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi yang bermanfaat dalam proses belajar dan dalam kehidupan sehari-harinya, serta dapat digunakan pada masa yang akan datang. Oleh karena itu, program pembelajaran di sekolah perlu menerapkan pembelajaran tentang teknologi, yaitu dengan menerapakan pendidikan berbasis luas (broadbased)

Pendidikan berbasis luas (broadbased) memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan dasarnya dalam bidang teknologi. Untuk memenuhi tujuan tersebut, maka perlu diberikan pembelajaran teknologi informasi. Tenologi memerlukan kesempatan kepada peserta didik tentang proses dan pengetahuan yang berhubungan dengan teknologi, yang diperlukan untuk memecahkan masalah dan mengembangkan kemampuan manusia  dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran berbasis TIK akan berjalan efektif jika kita menerapkan pembelajaran berpusat pada kegiatan peserta didik  (Student/learned learning) yaitu dengan:

  1. Mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan nyata (kontekstual), sehingga pendidikan menjadi relevan dan responsif  terhadap tuntutan kehidupan nyata sehari-hari. Implikasinya, kurikulum menjadi lebih menarik dan dapat merangsang minat atau motivasi peserta didik  karena dapat dengan mudah menerapkan pengetahuannnya dalam kehidupan nyata sehari-hari
  2. Menumbuhkan pemikiran reflektif
  3. Membantu perkembangan dan keterlibatan aktif dari peserta didik dalam proses belajar.

Perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak besar  dalam dunia pendidikan. Setidaknya ada lima pergeseran yang dapat diidentifikasi  dalam hubungannya dengan proses pembelajaran. Kelima pergeseran tersebut  adalah pergeseran dari pelatihan ke penampilan, pergeseran dari ruangan kelas ke dunia maya yang dapat berlangsung kapan dan di mana saja, pergeseran dari kertas ke “online’ atau saluran, pergeseran dari fasiltas fisik ke fasiltas kerja, dan pergeseran dari waktu siklus ke waktu nyata.

B. Komputer dan Sistem Komputer

Menurut Hartoyo (2010) komputer adalah seperangkat elektronik yang memiliki kemampuan menerima informasi (data) , mengolah data dengan serangkaian instruksi operasi logis, dan program untuk memproduksi hasil dalam bentuk sinyal maupun informasi (Oxford-cod). Komputer terdiri atas Central Prosessing Unit (CPU), monitor, dan beberapa perangkat yang lain seperti hard disc, dan sebagainya. Komputer dan sistem komputer digunakan untuk menerima menyimpan, dan memproses, menampilkan data dan informasi. Yang dimaksud dengan sistem komputer  meliputi hardware, software komputer, dan teknologi storage (penyimpanan ). Sistem komputer terdiri dari komputer, software, informasi, pemrograman, manusia, dan komunikasi Jamal (2011:109).

1.Komputer

Komputer terdiri dari empat bagian, yakni

  1. Input yaitu segala data, fakta, dan informsi yang masuk ke dalam sistem. Input masuk bisa melalui keyboard, mouse, kartu magnetis, dan sekring sentuh.
  2. Pemroses, yaitu nadi semua aktivitas, pemroses dalam komputer ini disebut Unit Pemrosesan Pusat (CPU). Kecepatan memroses tergantung kepada tinggi rendahnya MHz, MIPS, MFLOPS dan memori RAM (MB, GB)
  3. Output, yaitu segala apa yang keluar dari hasil pemrosesan sistem komputer, bisa    berupa salinan  lembut (softcopy) dan salinan keras (hardcopy)
  4. Setoran sekunder, yaitu tempat peyimpanan, dapat berupa magnetis dan cahaya.

2. Software

Software terdiri dari software system (sistem pengoprasian, windows, linux) dan software aplikasi (pemroses kata, hamparan elektronik, dan pengelolaan).

3. Informasi

Bentuk informsi yang sering digunakan dalam istilah teknologi informasi  dapat diklasifikasikan dalam bentuk data, teks, suara, bunyi, gambar dan video ataupun dalam bentuk digital dan bukan digital. Adapun sebuah informasi dapat dikatakan berguna apabila tersedia saat diperlukan, sesuai dengan keadaan, dan konsisten.

4. Pemograman

Pemrograman merupakan tata cara operasi, tata cara salinan dan pemulihan, tata cara keamanan dan data, dan tata cara pembangunan sistem.

5. Manusia

Unsur manusia yang paling paling penting terbagi atas katagori yaitu pengguna (novis, sederhana, pakar) dan profesional (pekerja sistem informasi).

6. Komunikasi

Komunikasi di sini adalah proses penghantaran dan penerimaan data  dan informasi (hardware, pemograman, dan informasi). Komunikasi merupakan perantaraan untuk menghantar dan mencapai informsi. Persoalan yang timbul  ialah berapa cepat dan banyak informasi yang bisa dihantarkan alat penghantaran. Perkembangan terkini menyebutkan bahwa penghantaran tergantung pada bahan perantaraan atau jenis isyarat. Terdapat empat teknik penghantaran, yaitu bahan perantaraan/jenis isyarat, kuprum (isyarat elektronik analogi/digital), gentian optic (isyarat cahaya) dan udara (isyarat mikrogelombang)


C.  
Pembelajaran Bahasa dengan Bantuan Komputer

Salah satu perubahan besar yang terjadi dalam beberapa dasa warsa terakhir ini, adalah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yang didukung oleh penggunaan komputer. Dengan kemajuan TIK, maka terjadilah era globalisasi yang merambah aspek sosial budaya, politik, ekonomi, termasuk pendidikan. Masuknya TIK telah mengubah pola-pola komunikasi dan distribusi informasi tanpa batas wilayah, negara atau waktu.

Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran, TIK khususnya internet dapat dimanfaatkan oleh guru maupun siswa, antara lain: dalam pencarian informasi atau bahan pelajaran, mendekatkan jarak ruang dan waktu dalam interaksi guru murid, efisiensi pembelajaran serta penyimpanan berbagai data dan informasi yang diperlukan. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran tentu tergantung pada kemampuan dan kreativitas guru dalam mengoperasikan.

Teknologi pendidikan bisa dipandang sebagai suatu produk dan proses.   Sebagai suatu produk, teknologi pendidikan mudah dipahami karena sifatnya lebih konkret seperti radio, televisi, proyektor, OHP, dan sebagainya. Sebagai sebuah proses, teknologi pendidikan bersifat abstrak. Dalam hal ini teknologi pendidikan bisa dipahami sebagai suatu proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan untuk mengatasi permasalahan, melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah tersebut yang menyangkut semua aspek belajar manusia (AECT, 1977). Sejalan dengan hal tersebut, maka lahirlah teknologi pendidikan dari adanya permasalahan dalam pendidikan.

Permasalahan pendidikan yang mencuat saat ini, meliputi pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, peningkatan mutu atau kualitas, relevansi, dan efisiensi pendidikan. Permasalahan serius yang masih dirasakan oleh pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi adalah masalah kualitas, Tentu saja ini dapat dipecahkan melalui pendekatan teknologi pendidikan.

Seperti kita ketahui era informasi  ditandai dengan tersedianya informasi yang semakin banyak dan bervariasi. Informasi tersebut tersebar meluas dan seketika. Tersedianya informasi kita dapatkan dalam berbagai bentuk dan dalam waktu yang cepat. Karena itu,  upaya pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, dan penyajian informasi senantiasa menggunakan media. Salah satu media yang digunakan adalah komputer. Menurut Olson (1974: 12) yang dikutip Yusufhadi mendefinisikan bahwa media adalah teknologi untuk menyajikan, merekam, membagi, dan mendistribusikan simbol dengan melalui rangsangan indra tertentu, disertai penstrukturan informasi.

Tak dapat dipungkiri perkembangan pendidikan sangat dipengaruhi oleh media informasi.  Media informasi sangat membantu dalam pembelajaran di kelas. Menurut Hartoyo (2010:59) Computer –assited language Learning (CALL) pembelajaran yang melibatkan penggunaan komputer) merujuk pada pembelajaran yang melibatkan penggunaa komputer, biasanya dengan piranti sistem komputer interaktif (system hypertext/multimedia). Salah satu dalam pembelajaran bahasa.  Pemanfaatan komputer dalam pembelajaran bahasa  terutama diarahkan untuk membuat materi program tutorial pembelajaran bahasa (Hartoyo;2006).

Pada kajian berikut penulis ingin menyoroti pemanfaatan komputer dalam membantu pembelajaran bahasa lihat dari  dua sudut pandang yaitu :(1) kelebihan dan kelemahan  dan (2) keuntungan dan kerugian

D. Kelebihan dan Kelemahan Pemanfaatan TIK   Pada Pembelajaran Bahasa

1.    Kelebihan

a.    Fleksibilitas

Menurut Ahmad et.al (1985:4) yang dikutip Hartoyo berpendapat bahwa sering terjadi  siswa tidak dapat menghadiri kelas karena sakit, tumbukan jadwal, dan masalah lain. Hal ini sama sekali bukan masalah bagi komputer. Asalkan seperangkat komputer telah tersedia.  siswa dapat datang kapan pun dan menghabiskan waktu selama ia perlukan untuk memperoleh manfaat materi secara penuh. Komputer juga dapat mengakomodasi kecepatan belajar yang berbeda, atau kemungkinan lainnya dapat memberikan batasan terhadap waktu yang tersedia untuk menjawab pertanyaan, Hal ini sangat berharga ketika digunakan untuk tujuan pengetesan. Hilts dan Turoff (19850 dan Hiltz (1994)  mengatakan bahwa fleksiblitas komputer mendukung pembelajaran kolaboratif antara siswa yang dapat berpartisipasi kapan pun dan di mana pun sesuai dengan kamauan mereka.

b.    Interaktif  

Pembelajaran bahasa dengan media komputer yang dirancang dengan baik memungkinkan interaksi yang intensif antara siswa dan komputer (cobun et.al.,1985; Hope et.al., 1984, Ahmad et.al 1985). Jika komputer dikombinasikan dengan media lain (Multimedia ) seperti audio dan video  komputer bahkan dapat menjadi lebih interakatif.  Komputer memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungannya. Mereka tidak hanya diajak “membaca tentang”  atau “berbicara tentang” gejala-gejla fisik atau sosial, tetapi diajak berkontak secara langsung dengannya (Yusufhadi, 2004:459), Komputer dapat membangkitkan interaksi siswa dan menstimulasi percakapan antarpasangan atau kelompok siswa guna meningkatkan prestasi belajar (Ahmad et.al. 1985). Menurut Hartoyo (2010; 61) beberapa pendidik menganggap bahwa komputer menciptakan “konteks kelas baru yang mengundang interaksi yang berhubungan dengan tugas di antara anak didik.selain itu, komputer dapat membangkitkan komunikasi alami.

c.    Memotivasi siswa

Komputer memilki kemampuan yang lebih dari media lain, yaitu dapat menyemangati siswa dalam belajar bahasa. Sussex, Cumming & Cropp (1994) berpendapat bahwa multimedia  berbasis komputer sebagai alat bahasa, mampu memotivasi siswa, fleksibel dan provokatif karena komputer memilki kemampaun untuk mempresentasikan materi dengan cara lebih beragam  dibandingkan buku maupun video.

d.    Memberi perhatian secara individu

Dalam hal ini program yang bagus dapat menawarkan perhatian yang dapat diindividualisasikan dan dapat memungkinkan siswa untuk bekerja dengan irama mereka sendiri. Siswa dapat bekerja dengan privasi mereka tanpa ketakutan akan balasan negatif atau olokan. Jika mereka belajar dengan lamban atau jika mereka memberikan jawaban yang salah. Diagnosis langsung dapat menghemat waktu dan menghilangkan kepenatan siswa serta mampu membantu mereka mengatasi kesalahannya. Komputer juga sangat konsisten dalam respon, tanpa mengenal lelah bekerja berjam-jam.

e.    Mengembangkan Potensi Komunikasi

Komputer dipandang memiliki potensi untuk meningkatkan perkembangan kompetensi komunikatif dalam bahasa kedua (Ahmad, Corebett, Rogers & Sussex,1985; Higgins &Johns, 1984, sanders & Kenner,1983: Underwood,1984;Wytt, 1984:Dunkel,1991). Banyak pendapat yang mengatakan bahwa komputer dapat digunakan dalam beberapa cara untuk meningkatkan interaksi yang bermanfaat untuk memadukan perkembangan bahasa , kognitif dan sosial dan meningkatkan perkembangan kompetensi komunikatif bahasa sasaran. Hal ini mengimplikasikan bahwa kita mungkin saja dapat melaksanakan pembelajaran dua arah, baik siswa maupun komputer dapat  berinteraksi  satu sama lain.

Ruhlmanan (1995;46-47/ seperti yang dikutip Hartoyo berpendapat bahwa program pembelajaran  berbasis komputer dapat membuat siswa  belajar secara aktif; menanggapi pertanyaan; menyelesaikan tugas-tugas interaktif: dan terlibat dalam dialog personal dengan tutor eletronik. Siswa juga dapat mengukur kemampuan mereka sendiri tanpa harus takut kehilangan muka. Program pembelajaran berbasis komputer dapat meningkatkan rasa keingintahuan siswa dari dorongan pribadi siswa.

2.    Kelemahan

Hampir dapat dipastikan banyak kelebihan yang dapat kita rasakan jika kita memanfaatkan komputer untuk membantu pembelajaran bahasa. Namun demikian, penerapan pembelajaran berbasis komputer seringkali mendapat kesulitan di atarannya adalah SDM guru itu sendiri. Mengubah mindset pembelajaran yang sudah “mendarah daging” sering kali membutuhkan waktu dan kerja keras.  Banyak guru yang tidak ingin berubah atau ingin mengubah tetapi membutuhkan proses karena “gagap teknologi”

E. Keuntungan dan Kerugian ICT pada Pembelajaran Bahasa

1.    Keuntungan

a.    Selama ini kebiasaan membaca masih menjadi perhatian , CALL mendorong pengguna (siswa) untuk mengebangkan sebuah kebiasaan membaca yang tidak runtut (nonsequential). Ini merupakan keuntungan tersendiri karena kita dapat dengan cepat memperoleh informasi secara cepat dan lebih banyak.  Media ini juga memungkinkan pengguna memiliki keputusan sendiri untuk mengembangkan kebiasaan membaca yang selektif dan kritis sehingga kebiasaan ini membuat mereka mampu memindai informasi (topik yang begitu banyak berdasarkan minat mereka).

b.    CALL membebaskan pengguna untuk memilih topik informasi manapun yang tersedia dalam paket. Daftar isi menunjukkan keseluruhan topik yang tersedia. Daftar isi tersebut dapat dipilih hanya dengan mengklik pada kotak yang telah dilabeli untuk topik tertentu. Misalnya, dalam paket tutorial CALL ini, materi meliputi kalimat-kalimat bahasa Indonesia dielaborasikan dalam beberap topik yang lebih spesifik kalimat tanya, kalimat berita, kalimat perintah, kalimat aktif, pasif dll. . Seandainya pengguna tidak ingin mempelajari seluruh materi tetapa hanya ingin mempelajari topik kedua yaitu kalimat perintah maka akan muncul kalimat perintah yang memuat pengertian, contoh, dan jenis kalimat perintah dll.

c.    Karena paket tutorial CALL dapat digunakan secara berpasangan dengan teman, paket ini merangsang pengguna (siswa) berkolaborasi dalam mengatasi masalah dengan mempertimbangkan keterampilan mana yang baik untuk dikuasai, karena paket ini dapat diimplementasikan dalam konteks yang luas

d.    Fleksibiltas waktu, CALL memungkinkan siswa untuk memutuskan topik apa  dan sebarapa lama ia ingin mempelajarinya. Oleh karena itu, siswa yang, melewatkan kelas karena alasan tertentu, misalnya sakit , masih memiliki kesemptan untuk mempelajari topik  tertentu yang diajarkan di kelas sejauh topik tersebut tersedia   dalam program CALL. Selajutnya , CALL menyedia program pembelajaran interaktif-individu, sehingga baik si “cepat” maupun si “lambat” dapat memanfaatkan hal ini.

e. Guru akan lebih mudah menentukan  alternatif bahan-bahan belajar yang mutakhir sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuwan, mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya, dan mengontrol kegiatan belajar peserta didik.

f.Siswa dapat belajar atau mereview bahan ajar setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.

g.Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran

2.    Kerugian

a.    Secara umum ketika kita membaca sebuah teks, khususnya teks yang panjang , kita lebih lambat ketika membacanya pada layar, lebih sulit, dan melelahkan. Menurut Gould dan Grischowsky (1984) yang dikutip Hartoyo  menunjukkan bahwa orang membaca 20-30% lebih lambat pada layar dengan resolusi rendah. Hal ini kadang dapat menyebabkan iritasi dan sakit.  Oleh kareba itu, mereka yang memiliki perhatian pada perancangan dan pemograman CALL seharusnnya juga mempertimbangkan pengguna layar dengan resolusi tinggi serta harus merujuk pada regulasi Display Screen Equipment (DSE)

b.Program CALL cukup menghabiskan biaya baik bagi programmer maupun guru , apalagi untuk siswa. Biaya tersebut disediakan untuk peralatan, merancang program, dan melakukan perawatan. Walaupun demikian, untuk penggunaan CALL selanjutnya biaya justru lebih irit karena pengguna tidak mengeluarkan biaya percetakan dll.

c. Pengguna (siswa) yang belum memahami secara penuh tentang penggunaan komputer seringkali membawa kerugian. Misalnya, tidak hati-hati dalam mengamankan data dalam komputer sehngga teserang virus. Perlindungan komputer terhadap serangan virus seringkali tidak dilakukan sehingga merugikan.d

d.Untuk sekolah tertentu terutama yang berada di daerah, akan memerlukan investasi yang mahal untuk membangun pembelajaran  dengan media TIK.

e. Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya nilai-nilai pendidikan  dalam proses belajar dan mengajar.

f. Keterbatasan jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolah akan menghambat pelaksanaan pembelajatran dengan menggunakan TIK.

 

Revolusi teknologi informasi dan komunikasi sebuah tantangan besar bagi dunia pendidikan di Indonesia. Kalau kita hanya pasif dan stagnan, dunia pendidikan Indonesia aka tertinggal dari negara-negara tetangga. Kita tidak akan mampu mengikuti perubah dunia yang begitu cepat. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain kecuali “ menyingsingkan legan baju” , mecurahkan kemampuan, dan memanfaatkan semua potensi yang ada demi mengejar ketertinggalan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi di era globalisasi sekarang ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Asmani,  Jamal Ma’mur. Tips Efektif Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi.  Jogjakarta: 2011

Hartoyo, 2010. Teknologi Informasi dan Komunikas.Semarang: Pelita Insani.

Miarso, Yusufhadi..2004.Menyemai Benih Taknologi Pendidikan. Jakarta: Prenada Media.

http://www.psb-psma.org/content/blog/3921-tik-dalam-pendidikan-dan-pembelajaran

 

Posted in Ujian Tengah Semester TIK | Leave a comment
Posted in Uncategorized | Leave a comment

TENTANG SAYA

Saya adalah seorang guru yang mengajarkan mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa Sekolah Menengah Atas(SMA). Saya sudah mengajar selama 20 tahun. Setelah menjadi guru selama 20 tahun saya baru menyadari bahwa TIK yang sangat membantu saya dalam mengajar. Oleh karena itu, saya tertarik dengan teknologi Informasi dan Komunikasi. TIK bagi kalangan pendidikan saat ini sudah merupakan kebutuhan. Saya sekarang mengikuti Program Pascasarjana di UHAMKA. Alhamdulillah di UHAMKA mahasiswa diberikan Mata Kuliah TIK. Mata kuliah ini sangat membantu saya pada  saat mengajar.

TIK membantu saya dalam mengajar Bahasa Indonesia terutama dalam pembelajaran  menulis dan Pembelajarn sastra. Di samping itu, TIK  dapat memberi kemudahan dalam memilih materi yang tepat dan aktual. Penyampaian materi kepada siswa dapat pula memanfaatkan TIK misalnya dengan pembelajaran melalui multimedia dan yang membuat saya lebih senang lagi adalah dapat melaksanakan evaluasi denagn efekti dan efesien.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

RAKER SMA 84

Silahkan download SUSUNAN ACARA RAPAT KERJA

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kuis Mata Kuliah Filsafat Ilmu

Tugas ini dapat di download, soal filsafat Ilmu

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KUIS MATA KULIAH FILSAFAT ILMU

                                                    Hubungkan Kedua Konsep di bawah !

Konsep A

Konsep B

  1. Probabilistik
  2. Penalaran
  3. Kebenaran koherensi
  4. Kebenaran korespondensi
  5. Bahasa
  6. Statistika
  7. Fakta
  8. Teori/Kajian
  9. Asumsi
  10. Pemeriksaan keabsahan data
  11. Data penelitian
  12. Teknik pengumpulan data
  1. Hipotesis
  2. Masalah
  3. Analisis data
  4. Kerangka Berpikir
  5. Kesimpulan Penelitian
  6. Penelitian kuantitatif
  7. Penelitian kualitatif
  8. Instrumen penelitian
  9. Observasi
  10. Tes
  11. Kerendahhatian Ilmuwan

Nama              : Lida Nalida

Jawaban

  1. 1.      Probabilistik  ======> Kesimpulan Penelitian

Ilmu tidak pernah ingin dan tidak pernah berpretensi untuk mendapatkan pengetahuan yang bersifat mutlak. Ilmu memberikan pengetahuan sebagai dasar untuk mengambil keputusan  dan kepustusan itu didasarkan pada penafsiran kesimpulan ilmah yang bersifat relatif. Jadi , kesimpulan penelitian merupakan penafsiran ilmiah yang mempunyai tingkat probabilitik (peluang ),  memiliki kemungkinan keliru atau bisa diuji kembali . Oleh karena itu, kesimpulan penelitian tidak mutlak.

Probabilistik =======> Kerendahhatian Ilmuwan

Karena ilmu bersifat probablistik maka tidak ada alasan bagi ilmuwan bersifat sombong . Oleh kerana itu, ilmuwan harus rendah diri.  Kesimpulan penelitian yang berhasil mereka rumuskan suatu saat nanti  mungkin akan  gugur (tumbang) karena muncul teori-teori baru yang  membuktikan kekeliruannya.

  1. 2.      Penalaran =====> Hipotesis

Penalaran adalah proses berpikir untuk menarik kesimpulan berupa pengetahuan baru. Dalam penelitian ilmiah proses berpikir tersebut menggunakan logika deduktif dan induktif. Hipotesis  merupakan dugaan atau  jawaban sementara terhadap permasalah yang sedang dihadapi . Hipotesis ini pada dasarnya disusun berdasarkan penalaran  deduktif.

Penalaran ======> Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor  yang saling mengait  dan membentuk konstelasi permasalahan. Kerangka berpikir disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilmiah  yang telah teruji kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor  empiris yang relevan dengan permasalahan.  Dalam menyusun kerangka berpikir  harus menggunakan pola penalaran  berdasarkan logika deduktif.

Penalaran  =====> Kesimpulan Penelitian

Kesimpulan penelitian merupakan penilaian apakah  sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima . Sekiranya dalam proses pengujian terdapat fakta yang cukup yang mendukung hipotesis  maka hipotesis itu diterima. Penarikan  kesimpulan dalam metode ilmiah ini menggunakan  logika deduktif dengan menggunakan pola penalaran deduktif dan logika induktif dengan menggunakan pola penalaran induktif   .

Penalaran ====> Penelitian Kuantitatif

Penalaran ilmiah merupakan sintesis  penalaran deduktif  dan induktif  dengan karakteristik utama : 1)  dilakukan dengan sadar, 2) bertujuan mencapai kebenaran ilmiah, 4) bersifat rasional /empiris, sistematis dan analitis, 5) kesimpulan yang dihasilkan  tidak mempunyai kebenaran  mutlak. Penelitian kuantitatif  mengunakan proses berpikir deduktif dalam merumuskan hipotesis . Hipotesis  kemudian diuji dengan menggunakan  pola penalaran induktif.

Penalaran ===> Penelitian Kualitatif

Pada penelitian kualitatif  lebih bersifat induktif menempuh langkah yang agak berbeda  karena dilaksankan dalam kontek penemuan teori.

  1. Kebenaran Koherensi  ===> Hipotesis

Kebenaran koherensi adalah suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan penyataan-pernyataan (teori-teori )sebelumnya yang dianggap benar. Teori merupkan salah satu produk ilmu yang berwujud proposisi atau seperangkat proposisi  yang menyatakajn berbagai aspek berkaitan dengan konsep. Dalam penelitian kuantitatif teori merupakan landasan untuk menyusun hipotesis. Hipotesis penelitian dirumuskan berdasarka teori-teori  yang dianggap koheren dengan penyataan-pernyataan sebelumnya. Jadi , Ketepatan dan kecermatan pemilihan teori  yang dipilih serta kebasahan cara penarikan kesimpulan yang diterapkan akan mempengaruhi kebenaran hipoteisis yang dirumuskan yang selanjutnya mempengaruhi kebenaran penelitian. Oleh karena itu , teori-teori yang dipilih harus memmilki kebenaan koherensi.

Koherensi ===> Kerangka Berpikir

Hipotesis tidak diturunkan langsung  dari teori, melainkan melalui kerangka pemikiran  atau kerangka konsep yang disusun berdasarkan teori. Jadi dalam hal ini kerangka pemikiran merupakan argumentasi teoritis  berkaitan dengan hubungan yang berdasarkan teori  diperkirakan ada  antara konsep atau variable –variabel yang dikaji melalui penelitian kuantitatif. Teori-teori yang memilki kebenaran koherensi  tentunya akan  menjadi landasan yang tepat untuk menyusun kerangka berpikir yang bersifat ilmiah.

  1. 4.      Kebenaran Korespondensi ===> Analisis Data

Kebenaran korespondensi, suatu pernyataan adalah benar jika  materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan objek yang dituju oleh pernyataan itu. Kegiatan ilmiah memerlukan penelitian untuk menguji hipotesis  yang diajukan. Penelitian pada dasarnya merupakan pengamatan dalam alam empiris untuk mengetahui apakah hipotesis tersebut memang didukung oleh fakta –fakta . Fakta-fakta yang dikumpulkan kemudian dianalisis  dengan analisis statistika. Fakta-fakta untuk menguji hipotsis tersebut tentunya harus  mengandung kebenaran korespondensi

Kebenaran Koresponndensi =======> Kesimpulan Penelitian

Sebuah kesimpulan penelitian ilmiah  diturunkan dari  penalaran  deduktif dan induktif. Penalaran deduktif mengandung kebenaran koherensi dan penalaran induktif mengandung  kebenaran korespondensi.  Dengan demikian, sebuah penelitian ilmiah harus mengandung kebenaran koherensi dan korespondensi, disamping ada kebenaran pragmatis dan kebenaran lingusitik .

  1. 5.      Bahasa ====> Penelitian kuantitatif

Bahasa dalam penelitian kuantitatif  adalah bahasa yang  bebas dari fungsi emotif, afektif , dan simbolik. Oleh karena itu dalam penelitian ilmiah bahasa yang digunakan harus  memiliki persyaratan-persyaratan  yang meliputi kejelasan, konsisiten, kepadatan, kenetralan, kebakuan, kelugasan , kegramatikalan , keberterimaan .

Bahasa ====> Penelitian kualitatif

Bahasa dalam penelitian kualitatif  adalah bahasa yang  bebas dari fungsi emotif, afektif, dan simbolik  yang  memiliki persyaratn-persyaratan  yang meliputi kejelasan, konsisiten, kepadatan, kenetralan, kebakuan, kelugasan , kegramatikalan , keberterimaan.

  1. 6.      Statistika =====> Penelitian  Kuantitatif

Penelitian kuantitatif  penelitian yang menggunakan data-data numerik  . Data kuantitatif dapat memberitan  informasi ilmiah apabila diolah oleh statistik. Hal ini karena  statistik  memberikan cara untuk dapat menarik kesimpulan yang bersifat umum dengan   hanya mengamati  sebagian dari populasi,  mampu memberikan secara kuantitatif  tingkat ketelitian dari kesimpulan  yang ditarik tersebut, memberikan kemampuan kepada peneliti untuk mengungkap hubungan kausalitas  anta dua faktor atau lebih, dan memungkinkan  kita untuk melakukan kegiatan ilmiah  secra ekonomis.

Statistiak ====> penelitian Kualitatif.

statistik Pada penelitian kualitatif   tetap  digunakan walaupun hanya statistic sederhana.

  1. 7.      Fakta =====> Masalah

Masalah  penelitian timbul sebagai akibat adanya kesenjangan antara  kondisi harapan atau  kondsi yang seharusnya (das Sollen) dan kondisis nyata (fakta) (das Sein). Sebuah masalah penelitian  tentu saja  harus berhubungan dengan fakta bukan dari hal-hal yang bersifat  hayalan.

Fakta =====> Analisis Data

Fakta-fakta empiris yang dikumpulkan untuk menguji  hipotesis   dianalisis melalui tahapan analisis data. Oleh karenanya, terdapat hubungan antara fakta denngan  analisis data. Fakta-fakta empiris yang akan dianalisis tersebut dijaring melalui instrumen yang valid dan reliable.

  1. 8.      Kajian Teori  ===> Kerangka Berpikir

Teori dalam dalam penelitian  berfungsi sebagai lndasan penyususna hipotesis, tetapi hipoteisi tidak diturunkan langsung dari teori , melainkan  melalui kerangka pemikiran atau kerangka konsep yang disusun berdasarkan kajian  teori.

Kajian Teori =====> penelitian Kuantitatif

Fungsi teori dalam dalam penelitian kuantitatif merupakan landasan untuk menyususn hipotesis yang merupakan jawaban sementara untuk masalah yang diteliti. Karena itu, pemilihan teori  dalam penelitian kuantitatif harus dilakukan dengan cermat khususnya berkaitan dengan keberlakuan dan keterkiniannya.

Kajian teori =====> Penelitian Kualitatif

Dalam penelitian kualitatif teori digunakan untuk menjelaskan dan membahas hasil penelitian yang diperoleh  di lapangan . Jadi, dalam penelitian kualitatif  menggunakan teori setelah data dikumpulkan dan dianalisis sebagai dasar pemaknaan data.

  1. 9.      Asumsi ==> Hipotesis

Asumsi adalah pernyataan data empiris yang masih perlu diuji kebenarannya. Sedangkan hipotesis jawaban rasional  semetara  yang berdasarkan teori-teori yang mendukungnya. Sebuah hipotesis mungkin saja dibangun dari asumsi-asumsi yang ada.

  1. 10.  Pemeriksaan keabsahan  Data =====> Analaisis  data

Sebelum data penelitian dianalisis ( diolah, dideskripsika, dibandingkan, dan  dievaluasi) maka diperlukan pemeriksaan keabsahan data. Pemeriksaan keabsahan data  diuji melalui  statistik

  1. 11.  Data Penelitian ====>  Intrumen penelitian

Proses verifikasi pada hakikatnya adalah  mengumpulkan dan menganalisis data  untuk pengambilan kesimpulan . Dalam teknik pengumpulan data harus dinyatakan  variabeL yang akan dikumpulkan. Untuk itu diperlukan instrumen penelitian. Agar instrumen mendapatkan data penelitian yang  akurat maka  instrumen perlu diuji mengenai keabsahannya (validity)  dan keandalannya (reliability)

Data Penelitian =====>Observasi

Salah satu  teknik dalam mendapatkan data penelitian adalah dengan  observasi. Obsevasi biasanya dilakukan dalam penelitian kualitatif

Data Penelitian =====> tes

Tes merupakan teknik pengumpulan data penelitian. Hasil tes yang numerik biasanya dilakukan dalam penelitian kuantitatif.

  1. 12.  Teknik Pengumpulan Data ====> Instrumen Penelitian

Ada beberapa cara  atau teknik dalam pengumpulan data seperti , wawancara, angket , tes, dan bservasi dlll. Teknik-teknik tersebut dinamakan instrument penelitian. Instrumen penelitian harus memenuhi syarat (valid dan reliable)

Teknik Pengumpulan Data =======> Observasi

Obesevasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data dalam penelitian

Teknik Pengumpulan Data   ======> Tes

Tes merupakan salah satu teknik pengumpulan data dalam penelitian

Posted in TUGAS KULIAH | Leave a comment